Too Many Boys

Rey Orphan
Chapter #19

00.18

“Mama, Fina pulang!”

Fina membuka pintu rumahnya, melangkah masuk dan langsung mencari keberadaan mamanya. Sudah menjadi kebiasaan baginya, untuk selalu mencari mamanya sepulang dari sekolah.

“Mama diruang kerja, sayang!” sahut Riana, sedikit berteriak agar suaranya terdengar.

Dengan ceria, Fina melangkah menuju ruang kerja Mamanya. Membuka pintunya, dan langsung menghampiri Riana yang sedang berkutat dengan lembaran-lembaran entah apa isinya, Fina tak tahu.

“Mama sibuk banget ya? Ngerjain apa?” tanya Fina setelah mencium tangan Riana.

“Nggak kok, Mama cuma lagi periksa tugas anak murid Mama aja,” jawab Riana. Ya, Riana memang seorang guru sekolah dasar. Dan darinyalah kecerdasan Fina berasal. “Oh iya, ada yang mau Mama tanyain ke kamu.” Riana membenarkan posisi duduknya, lalu menatap Fina sambil berpangku tangan.

“Tanya soal apa, Ma?” tanya Fina. Kedua alisnya mengerut, hingga membuat dahinya bergelombang. Ia lalu duduk dihadapan mamanya.

“Soal perjodohan kamu sama Dino. Benar kalian sudah sepakat untuk membatalkan rencana perjodohan kalian?”

Fina mengembuskan napasnya, sudah ia duga mamanya pasti akan menanyakan hal itu. “Iya, Ma,” jawabnya sambil mengangguk.

“Pasti Mama tahu ini dari Dino, kan?” tebak Fina.

“Iya. Tadi Dino kesini, dia ceritain semuanya ke Mama. Dan kamu tahu? Kalian udah menghancurkan rencana yang Mama dan Tante Revalina buat. Jujur, Mama kecewa dengan keputusan yang kalian ambil.”

Fina langsung menunduk, tak berani menatap mamanya. “Maaf, Ma,” ucapnya pelan. “Maaf Fina belum bisa jadi anak yang baik buat Mama. Tapi jujur, Fina belum siap untuk itu semua, Ma. Fina belum memikirkan hal itu, bahkan untuk sekedar berpacaran aja belum ada dipikiran Fina.” Fina memberanikan diri untuk menatap Mamanya, lalu menggenggam tangannya. “Fina tahu Mama pasti bakalan kecewa dengan keputusan ini, tapi... Fina harap Mama bisa mengerti apa maksud Fina.”

“Sekali lagi, aku minta maaf ya, Ma.”

Riana menghela napasnya gusar, memejamkan matanya dan mencoba mendinginkan kepalanya. “Apa kamu yakin dengan keputusan kamu ini?”

Fina menganggukkan kepalanya, “Iya, Ma.”

“Kenapa?”

“Karena Fina udah nyaman dengan hubungan yang sekarang Fina jalin sama Dino. Hubungan tanpa melibatkan perasaan. Mama ngerti, kan?” jelas Fina, mencoba memberikan pengertian pada mamanya.

Riana mengangguk, lalu mengusap puncak kepala Fina. “Mama ngerti, sayang. Maafin Mama juga ya, Mama terlalu memaksakan kehendak Mama tanpa memikirkan gimana perasaan kamu.”

“Fina ngerti kok, Ma,” ucap Fina sambil tersenyum. “Udah kan, Ma? Fina mau ke kamar, mau mandi.”

Lihat selengkapnya