Too Many Boys

Rey Orphan
Chapter #21

00.20

“Lo mau, kan jadi pacar gue?”

Fina mematung, masih mencoba mencerna ucapan Alex barusan. Saat menatap mata Alex, ia melihat kesungguhan di mata itu. Fina tak menyangka kalau Alex akan menyukainya. Apalagi cowok itu memiliki famous di sekolahnya, dan yang pasti cowok itu banyak disukai oleh para siswi disekolah.

“Gimana, Fin?"” tanya Alex membuyarkan lamunan Fina.

Fina mengerjap, “Ka-kamu... Kamu serius?”

Alex menganggukkan kepalanya diiringi senyuman di bibirnya. “Lo lihat mata gue, Fin. Apa gue terlihat sedang becanda?”

Fina menatap mata Alex sejenak, lalu menundukkan kepalanya. Entahlah, melihat keseriusan di mata coklat itu, membuatnya bimbang sekaligus takut.

“Apa lo masih ragu sama gue?” tanya Alex lagi.

Fina menggeleng kecil, ia sama tak berani untuk sekedar menatap Alex. “Aku masih ragu sama diri aku sendiri. Apa kata orang nanti kalau mereka tahu kamu punya pacar kayak aku? Pasti mereka bakalan ngomongin kamu yang nggak-nggak. Aku gak mau bikin kamu malu, nantinya.”

Alex mengangkat dagu Fina agar cewek itu kembali menatapnya. “Fin, dengerin gue. Gue gak peduli apa kata orang, karena yang jalani itu kita, bukan mereka. Terserah orang mau berkata apa tentang gue, karena bagi gue yang terpenting adalah gue bahagia sama lo dan lo bahagia sama gue. Dalam arti lain, kita sama-sama bahagia dengan pilihan kita. Itu aja.”

“Kenapa kamu suka sama aku? Padahal di luar sana, banyak cewek yang lebih baik dari aku,” kata Fina. “Aku cuma cewek cupu, gak asik diajak bicara, kaku, kutu buku. Apa yang kamu suka dari aku? Ak—”

“Ssstttt!” Alex menempelkan telunjuknya di bibir Fina, “Gue gak peduli dengan itu semua. Bagi gue, lo sempurna, Fin. Gue suka sama seseorang bukan karena siapa orang itu, tapi gimana isi hati orang itu. Gue gak akan bisa nemuin cewek yang kayak lo dimana pun. Tanpa lo sadari, lo itu istimewa.

Dan lagi, coba liat penampilan lo yang sekarang, apa ini yang namanya cewek cupu? Lo cantik Fin, tapi lo selalu menutupi kecantikan lo buat diri sendiri. Itu yang gue suka dari lo. Lo gak seperti cewek-cewek lain yang terlalu mengekspos dirinya, yang kesannya seperti cewek murahan di mata gue.”

“Tapi—”

“Diem dulu,” potong Alex cepat. “Intinya, gue suka sama lo. Apapun alasannya, karena cinta gak butuh alasan. Mau gimanapun kata orang, gue bakalan tetap cinta sama lo.”

“So, will you be mine?” putus Alex final.

Fina menelan ludahnya, ini kali pertamanya ada cowok yang langsung menyatakan cinta padanya. Dulu memang ada Dino, tapi cowok itu tidak langsung menyatakan perasaannya. Dan sekarang, Fina dilanda dilema.

Bagaimana tidak? Cowok seganteng dan sekeren Alex kini sedang berlutut dihadapannya, dan menyatakan cinta padanya. Tapi... Fina masih belum yakin. Ia masih takut untuk memulai sebuah hubungan.

“Gimana Fin? Gue pegel nih,” ujar Alex sedikit kesal karena Fina belum juga memberikan jawaban.

Fina tetap diam mematung, entahlah ia tidak tahu harus menjawab apa. Fina masih bingung dengan perasaannya. Di satu sisi, ia merasa nyaman berada didekat Alex, tapi disisi lain, hatinya bimbang. Ada satu perasaan mengganjal, tapi Fina tak tahu perasaan apa yang terus mengganjal di hatinya itu.

“Kamu yakin?” tanya Fina. Ia masih ingin memastikan kembali apakah Alex benar-benar serius mengatakannya atau tidak. Bisa saja dia menarik kembali kata-katanya yang barusan.

“Gue serius, Fina. Haruskah gue guling-guling disini, supaya lo yakin kalau gue bener-bener suka sama lo? Atau kalau lo mau, gue bisa teriak-teriak di sini kayak orang gila, sebut-sebut nama lo biar orang-orang tahu kalau gue udah gila. Gila karena lo,” ucap Alex, lalu mengacak rambutnya frustrasi. Ternyata Fina meresahkan juga, pikirnya.

Lihat selengkapnya