Too Many Boys

Rey Orphan
Chapter #32

00.31

“Gue udah ngelakuin kesalahan yang besar. Gue juga udah khianatin Fina. Tapi jujur, gue sama sekali gak berniat melakukan itu,” ucap Alex setelah menceritakan semuanya pada Dino dan Angga yang sedari tadi diam, mendengarkan ceritanya.

Tepat setelah Alex mengakhiri ceritanya, suasana berubah tegang. Dino tiba-tiba keluar dari kelas meninggalkan kedua temannya tanpa bicara apa-apa dan dengan wajah yang tegang, menyiratkan kemarahan. Karena tidak tahu apa-apa, Alex kebingungan melihat Dino yang tiba-tiba bersikap aneh seperti itu.

“Dino kenapa, Ga?” tanya Alex pada Angga yang juga sedang memperhatikan Dino.

Angga masih diam, tak tahu harus berbuat apa. Biasanya dia yang selalu menjadi penengah disaat seperti ini, tapi kali ini situasi sangat berbeda. Sangat serba salah. Dan ia dapat melihat Dino sangat kecewa dengan apa yang sudah dilakukan Alex kepada Fina.

Angga tahu penyebabnya apa. Meski sudah berpacaran dengan Tasya, sahabatnya Fina, Dino masih menyimpan perasaannya pada Fina. Jadi, wajar saja bila cowok itu sangat marah mengingat apa yang telah ia korbankan ternyata disia-siakan.

“Ga?” Alex menepuk pundak Angga karena cowok itu tetap diam tak menjawab pertanyaannya. “Dino kenapa?” tanyanya lagi.

Angga tersentak, sedikit terkejut dan dengan cepat menoleh menatap Alex dengan satu alis terangkat. “Hmm?”

Alex mendengus, “Dino, kenapa?” ulangnya kesal.

“Oh,” Angga manggut-manggut menanggapi, “Gak tahu,” lanjutnya sambil mengedikan bahunya.

Alex menggeram kesal, karena Angga malah terlihat santai di situasi seperti ini. “Ga, serius dong!”

Angga menyeringai, “Santai aja kali, Lex. Tegang banget muka lo,” ujarnya santai. “Kalau lo mau tahu, ikut gue.” Angga langsung bangkit, lalu menarik tangan Alex dan mengajaknya keluar kelas.

“Eh, eh, mau kemana?” Alex sedikit terkejut karena Angga tiba-tiba menarik tangannya, tapi ketika ia melihat wajah Angga yang berubah datar tanpa ekspresi, membuatnya diam dan mengikuti cowok itu tanpa banyak bicara.

Ada apa sebenarnya? Kenapa setelah ia menceritakan semua kejadian itu, kedua temannya bersikap aneh? Dino yang tiba-tiba keluar entah kemana, dan Angga, entah kenapa cowok itu kini sangat berbeda. Seperti ada yang mereka sembunyikan darinya.

Angga membawa Alex ke roof top sekolah, tempat yang jarang sekali dijamah oleh para siswa karena guru melarang siapapun untuk ke tempat itu. Dan jika ketahuan, para guru tidak akan segan-segan memberikan skor tiga hari tidak masuk sekolah pada siswa yang melanggarnya.

“Lo ngapain bawa gue kesini?” tanya Alex bingung sekaligus takut. Takut ada guru yang tahu mereka ada disini, dan mendapatkan skor.

“Buat lo mikir,” jawab Angga tiba-tiba ketus.

Alex mengerutkan keningnya, ada apa sebenarnya? Kenapa teman-temannya menjadi berubah seperti ini? “Bentar-bentar. Lo kenapa sih? Dino juga? Ada masalah apa kalian sama gue?”

Terdengar helaan napas panjang dari Angga, cowok itu memejamkan matanya berusaha menekan emosinya, lalu menatap Alex setelah dirasa cukup tenang. “Duduk dulu, Lex,” suruhnya mengajak Alex untuk duduk di bangku yang ada di sana.

Meski masih kebingungan, Alex mengangguk dan duduk disebelah Angga. Ia menatap Angga meminta penjelasan.

Lihat selengkapnya