TOPENG MONYET

Adrian Syaputra
Chapter #1

Putra Bapak #1

Pak Mardi seorang Lelaki tua yang sekaligus bapak Tono yang petang itu sedang bercanda dengan seekor monyet betina yang kakinya terikat rantai di tiang didepan teras rumahnya dan juga sambil menyuwir dan menyuapkan pisang untuk memberi monyet tersebut makan.

“Lagi ngapain pak??” tanya Tono kecil yang keluar rumah menghampiri bapaknya di pintu depan sambil memegang eskrim stik ditangannya..

iki Nang,,, lagi kasih makan nyunyu” jawab Pak Mardi (Bapak Tono) yang sedang memberi makan Nyunyu.

“Healaa,,, itu Nyunyu lagi ada dede didalem perutnya pak ?” tanya Tono sambil mengemut eskrimnya sesekali.

Ho’oh  tau ini hamil sama siapa,, hari-hari dirante terus padahal” Jawab pak Mardi sambil mengusap dan membersihkan bekas suapan-suapannya.

Wahyu, anak pertama dan juga kakak dari Tono keluar dari rumah untuk berangkat ke sekolah.

“Pak, kok masih nge-Nyunyu aja ? aku mau berangkat pak.”

….

“Oiya nak yaampun, maaf-maaf sek bapak siap-siap” Kemudian pak Mardi membersihkan sisa makanan yang ada ditangannya dengan membasuh air dan juga memastikan ikatan rantai Nyunyu sudah kencang… Setelah itu Pak Mardi pun lanjut kedalam rumah dan bergegas siap-siap untuk mengantar Wahyu ke sekolah.

“Mas ? Kok celanamu sekarang ganti warna biru mas ? kemarin-kemarin warnanya sama kayakku merah?” Tanya Tono yang duduk dikursi depan teras nya sambil menghabiskan stik eskrimnya.

“Iya dek,, ini namanya mas udah SMP udah naik kelas, kemarin mas masih satu sekolah sama kamu kan di SD Bangun Jaya”. Jawab Wahyu sambil memegang tasnya sambil sesekali memastikan bapak sudah siap keluar kamar nya.

“Hoooooo masih lama kah aku ganti celana biar biru kayak gitu mas ?”. Tanya Tono kembali sambil membuang es yang sudah di habiskannya.

“Yaaaa masih jauhhh laaahh,,, kamu masih kelas 3 kok masih masuk siang enak…” Jawab Wahyu dengan sedikit menjitak pelan kepala Tono…. “Pakkk,,, udah belumm ??



Hayuk pakk udah setengah tujuhh iniii” Lanjut teriak Wahyu ke arah dalam pintu rumah untuk memanggil bapak segera bergegeas.

Lihat selengkapnya