TOPENG MONYET

Adrian Syaputra
Chapter #2

Tono dan Momo #2

“Huh,,,hah,,,huh,,,hah” — Momo terengah-engah sambil mengunyah buah yang dia ambil dari rak buah milik bu Rani seorang pedagang buah dalam suatu pasar tradisional di desa Prima.

“DASAR MONYET !!!!” Teriak Bu Rani dari arah dalam warungnya sambil melihat ke arah Momo yang berlari—”Hasil dagangan diambil Negara, Barang dagangan diambil monyet” lanjut Bu Rani ngedumel (menggerutu) sambil merapihkan rak buah nya. “Yaelaa mbak!,,, diambil negara kayak bayar pajak ajaaaa mbaak,,,mbak” teriak dari arah samping warung yang ternyata suara mas Mardi pedagang ikan berbagai macam jenis.

“Lho,,lho,,lhooo ya pokoknya saya sengsara sama negara ini pokoknya!!” Saut bu Rani sambil menyapu potongan-potongan buah yang terjatuh.

Momo pun belok dan masuk ke dalam gang selama beberapa belokan sampai pada akhirnya dia sampai didepan sebuah ruko yang tertutup pagar yang didepannya ada seorang pria yang sedang tertidur lemas dan sedikit pucat.

“Heyaampunnn mo!,,, nggak usah lho kamu sampai nyolong kayak gitu” Tono pun menyambut dan juga sambil mengambil beberapa buah yang dibawakan oleh Momo dengan wajah penuh kekhawatiran dari keduanya.— “Untung Bu Rani nggak punya bedil mooo,, lek punya kena bedil kakimu”.

Disisi lain Bu rani dalam warungnya berkata dengan nada amarah “besok-besok tak ketapeli ae sikil’e (aku ketapel kaki nya)”.

Hoo-hoo-hak-hak” suara kecil Momo yang keluar dengan ekspresi penuh kekhawatiran seolah berbicara memberikan perhatian kepada Tono yang kondisinya sedang tidak baik.

“Gapapa ini,,, karena kemaren kita kemaleman aja pulangnya Mo,, nanti juga mendingan— udah ini kamu makan aja,, nanti aku beli makan aja sekalian pulang di warteg kuning—nih (sambil mengeluarkan recehan di tas kecilnya) aku masih ada uang buat beli nasi”.

Kemudian Tono mengupaskan pisang yang Momo bawa dan memberikan suapan demi suapan untuk Momo. “Buah ini mah buat makananmu Mo aku lebih doyan kikil sama telor dadar hahahaha”.

Suasana pasar tiba-tiba dihebohkan karena ada adanya suara keramaian yang diperkirakan berasal dari ujung pasar yang dibarengi oleh suara dari teriakan beberapa pemilik warung dipasar—Tono pun terbangun dari sandarannya dan melihat kearah sumber keributan “Apaan tu Mo?” — Momo pun berteriak dengan sedikit panik setelah maju sedikit dan memanjat tiang salah satu warung untuk melihat titik terjauh dari atas tiang—“hoo,,haa,,hoo” Momo kembali turun dan berteriak dengan panik untuk memberi tahu ke Tono.

“ASTAGA!! POL PP MO!!”

Lihat selengkapnya