TRAGEDI PULAU TRAGEDI

Monacino
Chapter #34

EPILOG

Kepulangan Royan ke keluarga besarnya benar-benar hal yang sangat mengejutkan. Apalagi membawa kisah yang benar-benar di luar nalar seseorang. Dari nyaris terbunuh, hilang ingatan, dibawa ke Pulau Parantua, menjadi warga di sana, bertemu dengan Beila, dan menciptakan tragedi besar di pulau itu. Semua tentang Parantua pun tak luput dari cerita mereka.

Kisah mereka yang begitu fenomenal hingga menjadi viral di berbagai media, membuat mereka berempat diundang ke berbagai acara televisi dan podcast. Cerita dari sudut pandang Royan, Beila, Fatma, dan Yudan pun langsung mendapatkan berbagai komentar dari para netizen. Bahkan ada rencana kisah mereka akan ditulis dan difilmkan di masa mendatang.

Usai berita tentang Parantua reda dan rasa penasaran semua orang mulai memudar, pada saat inilah mereka akan memulai kehidupan yang lebih serius lagi. Fatma dan Beila tinggal bersama dengan sebuah rumah hadiah dari pemerintah. Sementara Yudan kini menjadi saudara angkat Royan. Mereka tinggal bersama. Pada awal tahun ini, pernikahan Fatma dan Yudan pun akan dilangsungkan. Membawa kebahagiaan yang tiada tara bagi keduanya, juga bagi Royan dan Beila.

"Saya gugup banget, Beila. Akhirnya besok bisa menikah dengan Mas Yudan. Keinginan kami yang tertunda begitu lama, akhirnya mendapatkan hilalnya besok," ucap Fatma sambil memandangi dirinya di depan cermin. Saat ini dirinya duduk di depan meja rias dengan Beila yang ada di belakangnya.

"Aku juga turut bahagia, Mbak Fatma akhirnya bersatu dengan Mas Yudan. Doain aku juga ya, Mbak, bisa segera menyusul pernikahan kalian," ucal Beila tersenyum hangat.

Fatma tersenyum sambil menyentuh tangan Beila yang ada di pundaknya. "Mbak pasti doain kalian terus, Beila. Kamu sudah Mbak anggap adik kandung Mbak sendiri. Besok, kalian berdua pakai baju couple, ya. Royan sama kamu itu cocok banget!"

"Baju capp ...."

"Couple. Artinya baju pasangan. Pakaian kamu sama pakaian Royan itu sama, serasi, senada gitu. Ntar deh Mbak yang bilang ke Royan."

Beila mengangguk. "Makasih ya, Mbak."

Lihat selengkapnya