TRANSMIGRASI

Shine
Chapter #3

Bab 3

Matahari sore Jakarta mulai turun, menyisakan hawa panas yang membakar aspal parkiran SMA Garuda. Di area khusus motor besar, dentuman mesin moge (motor gede) mulai bersahut-sahutan. Ini adalah jam-jam di mana geng Kim Taehyung biasanya menjadi pusat perhatian seluruh siswi sebelum mereka touring sore atau sekadar nongkrong di kafe.


​Taehyung duduk di atas motor hitamnya, kakinya yang panjang menopang beban mesin yang berat. Ia melepaskan satu kancing kerah seragamnya, menatap ke arah lobi sekolah dengan tatapan datar—namun sebenarnya, ia sedang menunggu.


​"Biasanya hitungan satu sampai sepuluh, si 'Nona Obsesi' itu udah lari-larian ke sini sambil bawa botol minum dingin," celetuk Jungkook sambil memakai helmnya.


​Jimin tertawa kecil sambil menyisir rambutnya menggunakan spion motor. "Iya, terus dia bakal memelas, 'Tae, tolong anterin aku pulang, mobilku mogok'. Padahal mobilnya ada lima di rumah."


​"Paling bentar lagi. Dia kan cuma akting jual mahal tadi di kelas," timpal Suga yang sudah siap menancap gas, namun masih tertahan karena Taehyung belum juga bergerak.


​Taehyung diam. Dia sengaja tidak memakai helm dulu. Dia ingin melihat drama apa lagi yang akan dimainkan Alesha Hazel sore ini untuk menarik perhatiannya. Mungkin kali ini dia akan pura-pura pingsan? Atau pura-pura kakinya terkilir di depan motornya? Taehyung sudah menyiapkan kalimat pedas untuk mengusir gadis itu.


​Satu menit... dua menit...


​Dari kejauhan, Alesha tampak keluar dari lobi. Dia berjalan diapit oleh ketiga sahabatnya—Ayumi, Selena, dan Tania. Mereka tampak asyik mengobrol dan tertawa.


​Taehyung menyipitkan mata. Tubuhnya refleks sedikit tegak, bersiap jika Alesha tiba-tiba berbelok ke arah parkiran motor.


​Namun, langkah Alesha tidak berhenti. Ia terus berjalan lurus, melewati area parkiran motor tanpa sedikit pun menoleh. Matanya hanya fokus ke depan, ke arah gerbang sekolah di mana sebuah Mercedes-Benz hitam sudah menunggu.


​Brak.


​Pintu mobil dibuka oleh supir pribadinya. Alesha masuk ke dalam dengan tenang, disusul oleh Ayumi yang sepertinya akan menumpang ke rumahnya. Dalam hitungan detik, mobil itu melaju mulus keluar dari lingkungan sekolah.


​Hening melanda geng motor tersebut.

​"Loh?" Jimin melongo sampai sisirnya hampir jatuh. "Dia... beneran pergi? Nggak mampir dulu ke sini buat gangguin Taehyung?"


​Jungkook menoleh ke arah Taehyung yang masih membatu di atas motornya. "Tae, dia beneran nggak liat lo? Atau dia tiba-tiba buta?"


​Taehyung mengepalkan tangannya di setang motor. Ada perasaan aneh yang merayap di dadanya. Bukan rasa lega seperti yang biasanya ia bayangkan jika Alesha menjauh, melainkan rasa tersinggung. Egonya sebagai cowok yang selalu dikejar-kejar merasa ditampar.


​Tadi di kelas dia pikir Alesha hanya ingin tukar suasana duduk. Tapi sekarang? Bahkan untuk melirik motornya saja pun tidak.


​"Mungkin dia beneran capek, Tae," gumam Suga sambil memakai helmnya. "Atau mungkin... dia udah nemu cowok lain yang lebih ganteng dari lo?"


​Taehyung mendengus sinis, meski hatinya terasa panas. "Bagus kalau dia sadar. Gue nggak butuh penguntit kayak dia."

Lihat selengkapnya