TRANSMIGRASI

Shine
Chapter #4

Bab 4

Base camp geng Kings sore itu terasa lebih tenang dari biasanya. Markas yang merupakan bangunan industrial mewah milik keluarga Taehyung itu biasanya akan dipenuhi suara melengking Selena yang mencoba merayu Suga, atau ocehan Alesha yang sibuk mengomentari motor Taehyung.

​Tapi sudah seminggu ini, hanya ada suara denting stik biliar dan knalpot dari kejauhan.


​"Ada yang merasa aneh nggak sih?" Jungkook membuka suara sambil melempar stik biliarnya ke meja. Dia menatap kursi panjang yang biasanya diduduki geng Alesha. "Biasanya jam segini si Tania udah bawain gue martabak atau apa lah buat caper. Sekarang? Chat gue aja cuma dibalas 'oke'."


​Jimin mengangguk, ia menyandarkan punggungnya ke motor. "Bener. Selena juga. Biasanya dia paling berisik kalau liat Suga lagi servis motor. Tadi di kelas gue liat dia malah asyik baca novel bareng Alesha. Kayak kita tuh transparan."


​Suga yang sedari tadi diam sambil mengotak-atik mesin motornya, akhirnya mendongak. Wajahnya yang biasanya datar terlihat sedikit terganggu.


​"Selena duduk di sebelah gue satu meja," ucap Suga pendek, suaranya berat. "Tapi dia nggak nanya gue udah makan belum, nggak nanya gue sibuk apa. Dia cuma nanya soal tugas Fisika nomor empat. Pas gue jawab, dia cuma bilang 'Makasih, Gus' terus balik ngerjain tugas lagi."


​Jungkook tertawa kencang. "Gus? Dia panggil lo Agus? Wah, parah. Padahal dulu dia panggil lo 'Mas Suga Sayang' kan?"


​Suga mendengus, kembali memegang kunci pasnya. "Masalahnya... gue merhatiin dia dari pantulan kaca jendela. Dia sebenernya sering curi-curi pandang ke gue. Tapi pas gue nengok, dia langsung buang muka. Cuek banget. Seolah-olah ngeliat gue itu sebuah kesalahan."


Lihat selengkapnya