TRANSMIGRASI

Shine
Chapter #5

Bab 5


Aroma matahari dan keringat memenuhi lapangan basket SMA Garuda. Taehyung baru saja melakukan slam dunk terakhir sebelum peluit pelatih berbunyi. Ia duduk di pinggir lapangan bersama Suga, Jimin, dan Jungkook. Rambutnya yang basah karena keringat ia sisir ke belakang dengan jari, membuat siswi-siswi di tribun menahan napas melihat visualnya yang semakin gila saat berolahraga.


​"Sumpah, capek banget. Kantin yuk, laper nih," ajak Jungkook sambil menenggak air mineralnya sampai tandas.


​"Bentar, napas dulu," sahut Suga yang sudah selonjoran di lantai semen.

​Di sisi lain sekolah, Alesha dan gengnya—Ayumi, Selena, dan Tania—sudah lebih dulu masuk ke ruang ganti. Harumi (Alesha) benar-benar tidak tahan dengan rasa lengket di kulitnya. Bagi Harumi yang terbiasa rapi sebagai asisten kantor, kebersihan adalah nomor satu.


​"Aduh, sumpah ya, gue nggak nyangka bakal capek banget lari-lari tadi," keluh Tania sambil menyemprotkan parfum mahal ke lehernya.


​Alesha terkekeh sambil mengelap wajahnya dengan tisu basah. "Namanya juga olahraga, Tan. Kalau mau nggak capek, tidur aja di UKS."


​Tepat saat mereka sedang asyik mengobrol, suasana di luar ruang ganti mendadak ricuh. Ternyata, di dekat gudang belakang, Nara ditemukan sedang menangis tersedu-sedu oleh sahabatnya, Olivia. Rambut Nara agak berantakan, dan dia tampak sangat terpukul setelah baru saja dilabrak oleh kakak kelas 3 yang merasa risih dengan tingkah Nara yang dianggap terlalu "caper" ke pacar orang.


​Namun, Olivia—yang memang sudah benci setengah mati pada Alesha—langsung menarik kesimpulan sendiri.


​"Ini pasti perbuatan Alesha lagi, kan?! Cuma dia yang berani kayak gini!" seru Olivia emosi. Tanpa mendengarkan penjelasan Nara yang masih sesenggukan, Olivia langsung berlari menuju lapangan basket.


Aroma matahari dan keringat memenuhi lapangan basket SMA Garuda. Taehyung baru saja melakukan slam dunk terakhir sebelum peluit pelatih berbunyi. Ia duduk di pinggir lapangan bersama Suga, Jimin, dan Jungkook. Rambutnya yang basah karena keringat ia sisir ke belakang dengan jari, membuat siswi-siswi di tribun menahan napas melihat visualnya yang semakin gila saat berolahraga.


​"Sumpah, capek banget. Kantin yuk, laper nih," ajak Jungkook sambil menenggak air mineralnya sampai tandas.


​"Bentar, napas dulu," sahut Suga yang sudah selonjoran di lantai semen.


​Di sisi lain sekolah, Alesha dan gengnya—Ayumi, Selena, dan Tania—sudah lebih dulu masuk ke ruang ganti. Harumi (Alesha) benar-benar tidak tahan dengan rasa lengket di kulitnya. Bagi Harumi yang terbiasa rapi sebagai asisten kantor, kebersihan adalah nomor satu.


​"Aduh, sumpah ya, gue nggak nyangka bakal capek banget lari-lari tadi," keluh Tania sambil menyemprotkan parfum mahal ke lehernya.


​Alesha terkekeh sambil mengelap wajahnya dengan tisu basah. "Namanya juga olahraga, Tan. Kalau mau nggak capek, tidur aja di UKS."


​Tepat saat mereka sedang asyik mengobrol, suasana di luar ruang ganti mendadak ricuh. Ternyata, di dekat gudang belakang, Nara ditemukan sedang menangis tersedu-sedu oleh sahabatnya, Olivia. Rambut Nara agak berantakan, dan dia tampak sangat terpukul setelah baru saja dilabrak oleh kakak kelas 3 yang merasa risih dengan tingkah Nara yang dianggap terlalu "caper" ke pacar orang.

Lihat selengkapnya