Di larang keras untuk copas, tindakan tersebut dapat di pidanakan dengan hukuman dan denda
Happy Reading
Matahari sebentar lagi tenggelam, menyisakan warna keemasan memenuhi langit. Angel berlari terengah, nafasnya memburu secepat langkah kakinya yang berlari sangat kencang.
"Hei, kau berhenti!" Tiga orang laki-laki dewasa berlari tak kalah cepatnya. Semakin lama jarak di antar gadis dan ketiga pria itu semakin dekat saja.
Rambut panjang gadis itu terus berayun ke kanan dan kiri, tas ransel di punggungnya masih menggantung, keringat bercucuran dengan deras di dahi putihnya.
"Berhenti sekarang!" Seorang lagi berteriak.
Angel berbelok di antara jalan asing yang benar-benar tak di kenalinya, sepertinya dia sudah tersesat. Tak jauh dari sana, terlihat sebuah lorong jalan yang sepi, di penuhi pepohonan nan hijau dan rindang, tanpa berpikir panjang ia berlari ke arah jalan itu.
Tingginya ilalang dan lebatnya pohon berhasil menyembunyikan tubuhnya yang kecil. Dengan masih menggunakan seragam SMAnya, angel bersembunyi di balik pohon yang kokoh. Gadis itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya, memberanikan mengintip para pria itu dari balik pohon.
"Ke mana dia? Sial*n, bos tidak akan memaafkan kita jika tidak berhasil menangkapnya. " Seorang diantaranya menendang batu di depannya. Mereka bertiga memakai jaket hitam senada, tampangnya garang dan menakutkan.
"Bukan hanya tidak di maafkan, kita akan di pukuli habis-habisan." Jawab temannya.
"Dia hanya anak kecil, kita akan menemukannya, ayo cari di sana." Seorang lagi memberikan instruksi.
Mereka menjauh dari tempat Angel bersembunyi. Gadis itu menurunkan tangannya perlahan, nafasnya mulai kembali teratur.
"Apa yang harus ku lakukan? Ke mana aku akan pergi? Di mana ini?" Ucapnya sangat pelan, gadis itu terduduk lesu, membenamkan wajahnya ke balik lututnya yang terangkat.
"Apa yang kamu lakukan di sini?"
Betapa terkejutnya Angel, ia terpekik tertahan mendengar suara yang tiba-tiba itu. Di kiranya para penjahat itu telah menemukannya.