Bogor, 2018
Udara dingin dan lembap khas perbatasan Bogor-Tangerang menusuk hingga ke tulang, bercampur aroma pekat debu kapur dari tambang Rumpin yang tersembunyi di balik kegelapan. Mobil off-road hitam terparkir di balik rumpun bambu, tersembunyi dari jalan tambang yang hanya dilalui truk-truk pengangkut kapur di siang hari.
Di dalam kabin, Beta meletakkan tablet di atas pahanya. Denah bangunan memenuhi layar, diselingi titik-titik merah yang bergerak tidak beraturan.
"Lima orang terdeteksi."
Delta memeriksa magasin pistolnya, lalu memasukkan kembali ke sarung di dada. "Penjagaan segini buat pabrik sebesar itu?"
"Yang jaga tempat ini bukan jumlah orangnya," sahut Gamma dari kursi pengemudi.
Alpha menatap satu-satunya jendela yang menyala di lantai dua. Cahaya redupnya sesekali tertutup bayangan orang yang bergerak di dalam.
Beta menggeser tampilan di layar. Sebuah garis biru muncul di sisi timur bangunan. "Ada sinyal radio aktif. Frekuensinya pindah setiap tiga puluh detik."
"Radio biasa?" tanya Delta.
Beta menggeleng. "Frekuensi aparat."
Alpha membuka pintu mobil. Udara dingin masuk bersama debu kapur yang terbawa angin. "Kita masuk."