"Saat kupasangkan cincin di jemari, terima kasih kau terima pernikahan indah ini, bahagia meski mungkin tak sebebas merpati."
***
Pukul 10:00. Di dalam pendopo Djoglo Ageng yang megah dan asri, acara pernikahan Noval Hartanta dan Novi Megananda akan diberlangsungkan. Pendopo yang bangunannya terbuat dari kayu jati asli, dihiasi dengan berbagai ornamen ukiran yang rumit dan bernilai seni tinggi. Dikelilingi taman yang terawat, suasana klasik, unik, dan asri membuat siapa saja yang hadir merasa nyaman, seolah waktu bergerak lebih lambat di bawah atap kayu yang berusia ratusan tahun.
Di antara para tamu undangan, Gilang Kharisma mengenakan setelan tuxedo warna hitam dan sepatu pantofel dengan warna senada. Rambutnya disisir rapi ke atas, ketampanannya memancarkan aura seorang penegak hukum yang berwibawa. Di samping kirinya, Aura mengenakan dress hitam pendek yang menampakkan paha mulusnya. Bagian atasnya berhiaskan brukat yang membalut hingga siku, dipadukan heels lima senti warna hitam, menambah aksen seksi dan elegan.
Di samping kanan Gilang, Caca mengenakan kebaya modern abu-abu. Modelnya sedikit terbuka menampakkan bahunya yang mulus, dipadukan kain batik sebagai bawahannya yang sedikit mengekspos kakinya, dibalut heels putih tiga senti. Raut wajah Chacha lebih tenang, matanya memancarkan kesunyian yang baru.
Selain Gilang, Aura, dan Chacha, Riki, Nadia, dan Toni juga menghadiri pesta pernikahan Noval.
Riki mengenakan kemeja putih, ditambah Blazer hitam dipadukan celana warna senada dan sepatu warna putih yang terlihat santai namun mahal. Di samping Riki, Nadia mengenakan dress hitam panjang hingga 10 cm di bawah lutut dengan belahan tinggi hingga paha, menampakkan kaki jenjangnya yang putih mulus dan memikat. Toni mengenakan batik cokelat sogan lengan panjang dipadukan celana hitam dan sepatu pantofel warna cokelat, menonjolkan kesan sederhana dan dewasa.
Di depan gapura pendopo, Noval mengenakan pakaian adat Jawi Jangkep yang sakral. Bagian atas Noval mengenakan Beskap warna putih yang memiliki motif bunga, dengan bagian belakang yang sengaja terbuka untuk tempat keris yang diselipkan di pinggang. Bawahannya berupa kain jarik yang dililitkan pada ikat pinggang berupa timang. Di kepalanya, Noval mengenakan blangkon, juga rangkaian bunga melati yang dililitkan pada bagian leher, menambah kesan tampan dan berwibawa khas pengantin Jawa.
Sedangkan Novi mengenakan kebaya putih sebagai atasan dan kain jarik sebagai bawahan. Pada wajahnya, Novi dirias menggunakan riasan Paes yang berupa lekukan-lekukan hitam yang rumit di dahi. Novi memilih riasan Gajahan, di mana lekukan paling besar berada di tengah dahi yang bermakna harapan seorang perempuan akan dihormati dan ditinggikan derajatnya. Ditambah Ghodeg, lekukan yang menyerupai cambang, melambangkan agar kedua mempelai dapat bertindak bijaksana dan saling introspeksi diri.
Pada tengah-tengah dahi Novi juga dihias dengan Cithak berbentuk belah ketupat, menjadi simbol kalau perempuan harus fokus dan setia. Di atas mata, Novi dirias dengan Alis Menjangan, bentuk alis yang bercabang seperti tanduk rusa, melambangkan agar perempuan harus memiliki karakter cerdik, cerdas, dan anggun. Pada riasan rambut, Novi memakai sanggul bentuk bokor mengkurep dengan ditutup rajutan melati. Sanggul ini bermakna harapan agar perempuan bisa mandiri dan bersyukur atas anugerah Sang Pencipta.
Novi menambahkan sembilan Cunduk Menthul di atas kepalanya, melambangkan wali songo dan harapan agar kehidupan pernikahan selalu disinari oleh matahari. Novi juga memakai kalung Sungsun tiga, simbol tiga fase kehidupan yang harus dilalui oleh seorang wanita, dan Kelat Bahu berbentuk naga.
"Saudara Noval Hartanta Bin Ridho Fitrawan, Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Novi Megananda Binti Yahmanto dengan maskawinnya berupa lima gram emas dan seperangkat alat sholat, tunai!" sentak penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya Novi Megananda Binti Yahmanto dengan maskawinnya yang tersebut di atas, tunai!" seru Noval dengan lantang dan tegas.
"Sah?" tanya penghulu pada dua saksi.
"Sah!" tegas kedua saksi, diikuti tarikan napas lega dari hadirin.
"Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir," doa penghulu, memohonkan berkah bagi pasangan baru itu.
Setelah mendengar doa dari penghulu, Novi lantas menyalami dan mencium punggung tangan Noval dengan penuh takzim, dibalas oleh Noval memegang kepala dan mencium kening Novi seraya berdoa, "Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih."
Suasana nampak riang setelah proses Ijab Qabul selesai dilaksanakan.
"Novi cantik banget ya," ucap Nadia, disela prosesi resepsi.