Tujuh Versi Ibu

Miska Tsabitha Fikri
Chapter #26

Tujuh Warna Pelangi

Tiga tahun kemudian.


Pagi ini, aroma cat minyak, bahan thinner, dan tumpukan kain kanvas basah memenuhi sebuah studio beratap kaca tinggi di pusat kota. Sinar matahari pagi menerobos masuk dengan leluasa, menimpa puluhan karya seni visual yang terpajang rapi di dinding-dinding galeri. Di tengah ruangan, Alya—yang kini menjadi mahasiswa tingkat akhir Jurusan Desain Komunikasi Visual—berdiri mematung di hadapan karya puncaknya. Sebuah lukisan raksasa berukuran 3x2 meter yang menjadi syarat kelulusan sekaligus pameran tunggal pertamanya.

Judul karya itu terpahat sederhana pada plat kuningan kecil di sudut kanan bawah: "Tujuh Pelita dalam Satu Rumah".

Di atas kanvas tersebut, Alya tidak melukis sosok ibunya sebagai bayangan kelam atau monster yang menakutkan. Dengan perpaduan warna yang amat berani, ia menggambarkan tujuh figur wanita dengan estetika yang menakjubkan:

Seorang wanita bermata tajam berpakaian serba steril dengan aksen biru, seorang wanita berbusana petualang dengan pendar oranye keemasan menyelimuti jemarinya, seorang wanita dengan rambut terurai dan mata menyala merah keunguan yang memasang dada protektif, seorang wanita yang memeluk erat buku harian cokelat, serta tiga figur lainnya yang merajut warna ungu, hijau, dan kuning.

Dan tepat di tengah-tengah ketujuh figur tersebut, Alya melukiskan sesosok wanita berpakaian kain batik motif sulur—sosok Ibu yang asli—yang tersenyum utuh dengan tatapan mata yang teramat damai. Ketujuh pecahan warna itu tidak saling bertabrakan. Mereka mengalir masuk menjadi garis-garis cahaya yang menyatu ke dalam dada wanita di tengah.

"Permisi, Kak Alya?"

Suara panggilan halus dari pintu masuk galeri memecah lamunan Alya. Seorang panitia pameran melangkah mendekat sambil tersenyum. "Acara pembukaan pameran tugas akhir sepuluh menit lagi dimulai. Keluarga Kakak sudah menunggu di depan."

Alya menyapu sisa cat yang mengering di jemarinya ke apron lukisnya, lalu tersenyum lembut. "Baik, terima kasih. Saya segera ke depan."

Lihat selengkapnya