"Masa sih, Mbak? Bukannya sudah dikubur?" tanya Husain heran.
"Iya, katanya. Kan Mbak waktu itu masih dirawat di rumah sakit. Jadi, nggak tahu. Katanya aja gitu," balas Sumi sambil membuang napas panjang. Merasa kecewa dan bodoh karena percaya saja dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.
Bai dan Ken hanya bisa saling pandang. "Kita langsung buntuti saja ke mana mobil Pak Agus itu jalan," tukas Bai yang membuat Sumi kembali fokus pada tujuan awalnya hingga sampai di tempat ini.
Melupakan rasa kecewanya pada sang Suami yang dinilai telah membohonginya.
"Iya, Ustadz." Husain langsung menyalakan mesin mobilnya lagi. Kemudian membuntuti mobil Agus yang sudah kembali melaju dengan kecepatan sedang.
Hampir dua jam perjalanan, mobil yang dikendarai Agus berhenti di pinggir jalan yang lumayan sepi. Lalu, Agus dan kedua dukun itu keluar dari mobil. Berjalan perlahan memasuki area sebuah pemakaman umum.
"Daerah mana sih ini?" tanya Ken memperhatikan sekitar.
"Kayaknya tadi masuk perbatasan Kota Kediri dan Malang. Kalau nggak salah, tadi sempat baca, ada plangnya," sahut Bai yang juga ikut memperhatikan sekitar.
Hanya ada kegelapan. Karena jalur ini berupa pegunungan dan di antara hutan-hutan lereng bukit. Jadi, masih minim rumah dan penerangan.
"Jadi, kita ikut turun atau menunggu di sini?" tanya Husain.
"Saya dan istri akan coba turun untuk mengetahui apa yang dilakukan Pak Agus di sana. Bu Sumi dan Mas Husain menunggu di sini saja," ujar Bai menatap Sumi dan Husain.
"Nggak, Ustadz. Saya mau ikut. Saya juga pengin lihat dengan mata kepala sendiri apa yang dilakukan oleh suami saya," pinta Sumi sambil menatap Bai dan Ken penuh harap. Karena dia juga penasaran apa yang diperbuat oleh suaminya.
Bai dan Ken terdiam sesaat dan saling melempar pandangan. Hingga akhirnya, Bai menyetujui permintaan Sumi.
"Ya sudah. Tapi, saya minta Maaf Husain tetap stay di sini, ya. Jaga-jaga di mobil, takut ada apa-apa, kita bisa langsung gas," ucap Bai menatap serius ke arah Husain yang mengangguk.
"Siap, Ustadz."
"Tapi, Mas Husain hati-hati. Kalau ada apa-apa, segera kabari saja."