Tumbal Pesugihan Tanah Kuburan

AWSafitry
Chapter #15

Bertemu Warga Lokal

"Aduh ... gimana ini?" 

Ken dan Sumi pun mulai panik, takut jika Agus dan kedua dukun itu mengetahui jika ada yang mengawasi apa yang mereka lakukan. 

Bai pun mencoba memutar otak sembari mengawasi sekitar. Mencoba mencari tempat yang aman untuk lari jika nantinya Agus dan kedua dukun itu mengetahui lokasi persembunyian mereka. 

"Mundur pelan-pelan," titah Bai setengah berbisik. "Hati-hati." Bai menggenggam telapak tangan Ken saat gamis yang dia gunakan terinjak oleh kakinya sendiri dan membuatnya hampir terjatuh. 

"Astaghfirullah ... ribet banget sih. Salah kostum aku nih," gerutu Ken yang kesal sendiri karena baju yang dia gunakan terlalu panjang dan merasa tidak pas jika dibawa ke semak-semak seperti sekarang ini. 

"Sayang ...," tegur Bai sambil memicingkan kedua matanya, mengingatkan istrinya agar tidak banyak suara. Takut Agus dan kedua dukun itu dengar. 

"Ah, iya." Ken langsung membekap mulutnya dengan sebelah tangannya yang terbebas dari tangan sang Suami. 

Sedangkan Sumi hanya menahan senyum melihatnya. 

Mereka kembali memperhatikan Agus yang sepertinya kembali fokus pada ritualnya. 

"Kita balik ke mobil saja," bisik Bai pada Ken dan Sumi yang mengangguk. Dia merasa tempat persembunyiannya sudah tidak aman. 

Setidaknya, mereka sudah bisa menebak apa yang sebenarnya dilakukan oleh Agus. Biar nanti Sumi yang akan memperjelas dengan menanyakannya pada Agus. Meminta penjelasan atas apa yang dilihatnya. 

Sumi pun sempat mengambil beberapa gambar dengan kamera ponselnya sebagai bukti yang akan dia berikan pada suaminya. 

Setelah keluar dari area pemakaman, mereka pun langsung masuk mobil. 

"Jalan sekarang, Mas Husain!" titah Bai dengan tergesa-gesa. 

"Iya, Ustadz."

Tanpa banyak tanya, Husain langsung menjalankan mobilnya menjauhi tempat tersebut. Setidaknya sampai di kota atau tempat yang lumayan ramai, seperti perkampungan warga.

Lihat selengkapnya