Waktu istirahat yang diberikan oleh sekolah sesuai aturan pun tak terasa telah usai. Para murid yang sudah terlena dalam peristirahatan mereka masing – masing pun harus kembali menggempur otak mereka dengan kerumitan materi yang diberikan oleh masing – masing guru, begitupun juga dengan-ku.
Refan yang juga masih siswa baru di sekolah-ku, pun sepertinya benar – benar menunjukkan kalau ternyata Ia adalah murid baru. Yaitu, dengan Ia yang bisa Aku katakan siswa pertama yang kembali ke dalam kelas saat waktu istirahat telah berakhir.
Kelas-ku yang saat itu kembali melanjutkan mata pelajaran selanjutnya, yaitu pelajaran Pendidikan Olahraga, pun membuat Refan kebingungan. Refan kebingungan disaat Ia melihat semua siswa di kelas-ku mengganti seragam yang sebelumnya sama, menjadi pakaian training untuk kelas olahraga.
Aku pun juga sama dengan siswa lain di kelas-ku yang mengganti pakaian seragam sebelumnya, dengan seragam olahraga. Refan yang Ia rasa murid baru dan Aku-lah siswa yang baru berbicara pada-nya, membuat ia angkat suara dan bertanya.
“Drun, Drun.” Panggil Refan pada-ku.
“Ya Fan, kenapa?” Tanya-ku.
Dengan wajah yang sangat bingung dan entah harus melakukan apa, Ia pun berkata, “Ini yang lain ganti seragam olahraga?” Lihat sekeliling Refan pada siswa dikelas.
“Ii iyaa.” Jawab-ku dengan canggung karena bingung apa yang dimaksudkan Refan pada saat itu.
“Berarti, mau pelajaran olahraga? Iya?” Tanya Refan dengan jelas.
“Emangnya sejak kapan Fan kalau siswa disekolah berpakaian olahraga, tapi perginya ke Laboratorium?” Balas-ku dengan sedikit mengejek Refan sembari mengganti seragam olahraga.