Saat itu, entah bagaimana cara Aku menggambarkan atau dengan cara seperti apa Aku mengungkapkan rasa senang-ku. Karena akhirnya, Aku bisa merasakan apa yang orang katakan pada Cinta pandangan pertama.
Kala itu Aku memang sudah merasakan betapa indahnya perasaan saat jatuh cinta pada pandangan pertama. Walaupun Aku juga baru tahu nama dari perempuan tersebut, dan tak tahu apakah Ia merasakan hal yang sama ataupun tidak. Tapi yang jelas, jikalau memang Ia tidak merasakan hal yang sama seperti apa yang Aku rasakan pada-nya, pun Aku akan berusaha untuk Ia dapat merasakan, seperti apa yang Aku idam – idamkan pada diri-nya.
Dan sejak hari itu juga, Aku yang baru saja mengetahui nama-nya, pun dengan hati yang sungguh – sungguh berkata, “Perempuan yang bernama Deli itu pasti akan ku-miliki seutuhnya.” Ujar-ku pada diri sendiri sembari tersenyum layaknya orang gila.
Walaupun aku yang bertekad untuk memiliki Deli, namun sebenarnya Aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Karena memang, itu adalah waktu pertama kalinya untuk-ku jatuh cinta pada seorang wanita. Jadi, wajar saja kalau Aku masih bingung harus melakukan apa.
Dan oleh karena ketidak tahuan-ku itulah, Aku berencana untuk bertanya pada teman – temanku untuk memberikan cara, sekaligus juga membantu-ku untuk mendapatkan Deli. Dan teman yang kumaksudkan tentu saja teman – teman SMA, bukanlah Fadli ataupun Refan.
Karena sepertinya percuma saja jikalau Aku bertanya perihal bagaimana cara menaklukan hati perempuan pada Refan atau Fadli. Pun menurut sepengetahuan-ku, Fadli dan Refan juga tak pernah berpacaran, atau bercerita soal wanita pada diri-ku. Jadi, untuk apa Aku bertanya dan menghabiskan tenaga hanya untuk bertanya sebuah persoalan, pada orang yang memang sudah jelas tak bisa menjawabnya.
Aku yang saat itu telah kembali ke dalam kelas usai membantu Bu Irna untuk mengambil buku pelajaran-nya yang tertinggal, pun langsung terfikirkan dalam benak-ku untuk langsung sedikit bercerita pada Edo yang menjadi teman sabangku-ku di kelas.
“Do.” Panggil-ku pada Edo dengan suara berbisik agar tak bising dan mengganggu kegiatan belajar mengajar yang tengah berlangsung.