Tuntun Aku menuju Ayat itu!

Rizky Ade Putra
Chapter #14

Awal yang kurang baik.

Tanpa terasa, waktu pelajaran pun telah berakhir dengan Bel pulang sekolah yang dibunyikan oleh setiap Guru yang sedang berjaga di meja piket dekat gerbang. Waktu yang tak terasa karena oleh-ku, karena memang pada hari itu, kepala-ku hanya berfokus untuk memikirkan Deli saja. Aku yang sampai tak percaya kalau waktu berlalu denga sangat cepat, sampai – sampai Aku melihat jam tangan, dan juga sekaligus jam di handphone-ku.

Dan saat Aku melihat jam dari handphone juga jam tangan arloji-ku, ternyata memang benar, kalau waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB atau jam 3 sore, yang berarti waktu tersebut adalah waktu dimana para murid dipersilahkan untuk pulang.

Hari – hari sebelumnya memang usai mendengar bel pulang sekolah, Aku langsung pulang atau bahkan Aku ke tempat warung kelontong dekat sekolah, untuk duduk sejenak sembari menikmati kopi di sore hari bersama teman – teman SMA-ku yang lainnnya. Namun karena hari itu Aku memiliki tujuan lain, jadi Aku berkata terlebih dulu pada Edo yang memang menjadi teman sebangku-ku, untuk tidak berkumpul dengan teman – teman yang lain di warung dekat sekolah seperti biasanya. “Do, bilangin ke yang lain ya.” Ujar-ku pada Edo sembari memasukkan buku dan alat tulis-ku yang masih berserakan di atas meja belajar sekolah.

Dengan wajah bingung atas apa yang tiba – tiba Aku katakan, Edo pun bertanya kembali pada-ku. “Bilangin ke yang lain?, Maksudnya apa Ri?” Tanya Edo.

“Iyaa, bilangin ke teman – teman nanti di warung.” Terus-ku, “Kalau Aku ga nongkrong dulu hari ini karena ada urusan.” Jelas-ku pada Edo atas alasan apa yang Aku maksudkan.

Edo yang mendengar perkataan-ku pun langsung menerkanya dengan sedari awal hal yang Ia rasakan. “Urusan?, urusan perempuan maksudnya?, hahahaha.” Tutur Edo dengan lirikan mata dan wajah yang meledek-ku.

Edo yang telah mengetahui atas apa alasan-ku yang sebenarnya tidak berkumpul dengan teman – teman dulu pada hari itu, pun tak bisa Aku pungkiri kalau tebakan Edo benar. Jadi, cukup saja Aku menjawab-nya dengan desutan jari telunjuk-ku yang berada tepat di tengan bibir-ku. “Suutt!!” Terus-ku, “Diem – diem dulu Do, jangan sampai ada yang tau, hehehehe.” Ujar-ku dengan sedikit menyeringai pada Edo.

Mendengar perkataan-ku yang Edo mengerti kalau hal tersebut masih kurahasiakan, Edo hanya menjawab, “Santai. Kamu tenang saja, Pokok-nya, rahasia yang Edo jaga, itu pasti aman, hahahaha.” Jawab Edo sembari tertawa.

Mendapati Edo yang berkatan demikian, Aku pun hanya bisa mempercayai rahasia-ku saja pada-nya yang memang sudah mengetahuinya, dan kemudian langsung saja Aku keluar kelas untuk langsung menunggu depan gerbang.

Aku yang langsung berlari menuju depan gerbang sekolah, bertujuan untuk menunggu Deli wanita yang telah berhasil membuat-ku jatuh cinta pada pandangan pertama.

Dan belum dalam waktu yang lama Aku menunggu Deli di depan gerbang, Ia pun datang terlihat dengan bersama beberapa teman – temannya menuju arah luar atau gerbang sekolah. Melihat Deli yang semakin dekat dengan-ku yang sudah berada di depan gerbang sekolah dan memang sudah jelas tujuan-ku untuk menunggu-nya, entah mengapa jantung-ku semakin berdegub dengan cepat.

Jantung-ku yang berdetak dengan cepat seiring Deli yang juga semakin dekat, Aku justru semakin bingung harus melakukan apa. Padahal, itu Aku yang jelas – jelas menunggunya pada saat itu. Tapi seluruh bayangan apa yang ingin ku-lakukan pada Deli, seketika menghilang karena guncangan yang dibuat oleh jantung-ku semakin kencang.

Aku yang berusaha untuk menenangkan diri-ku, secara tanpa sadar Deli sudah berada tepat di hadapan-ku, dan secara tanpa sadar juga Aku benar – benar hanya memperhatikan-nya sedari Ia mengarah ke depan gerbang.

Dan hal yang membuat-ku tersadar pada saat itu, adalah disaat Deli yang berada tepat di hadapan-ku, melambai – lambaikan tangan-nya tepat di hadapan wajah-ku. “Heii!” Ucap Deli dengan lambaian tangan-nya.

Lihat selengkapnya