Aku yang ditawarkan bantuan oleh pemuda yang baru saja Aku mengenal-nya, yaitu Abraham, hanya bisa ku-ikuti saja arah langkah kaki-nya. Aku yang mengikuti Abraham karena Ia ingin membantu-ku mencarikan tempat tinggal sementara, pun dengan harapan sedikit yang muluk dari-ku, yaitu, “Semoga saja nanti tempatnya tak akan jauh dari Universitas.” Ucap-ku sendiri sembari mengikuti Abraham.
Perjalanan yang cukup jauh saat Aku mengikuti Abraham yang Aku sendiripun tidak tahu Ia mengarahkan-ku kemana, pun hanya bisa ku-letakkan sedikit kepercayaan pada orang yang mempunyai niat baik pada-ku. Ucapan-ku yang sebelumnya sedikit muluk, secara tanpa terasa juga Aku melihat sebuah gedung besar dengan ada tulisan di sebagian sisi-nya, “The Hebrew University of Jerusalem.” Dan tak lama setelah Aku melihat kalau bangunan tersebut ialah gedung kampus untuk-ku ber-sekolah, Abraham pun mengehentikan langkah kaki-nya.
“All right, we're here. this is the place that will be your home while you are in this country. I hope you will.” Ujar Abraham sembari melihat ke sebuah bangunan yang sepertinya itu adalah sebuah apartemen.
Aku yang sebelumnya berharap untuk mendapatkan tempat yang sekiranya dekat dan dapat terjangkau hanya dengan berjalan kaki saja, pun tanpa berfikir panjang memutuskan untuk tinggal ditempat yang disarankan oleh Abraham.
“Of course, this is good.” Ujar-ku sembari tersenyum pada Abraham.