Setelah cukup lama Aku membersihkan kamar yang sangat amat kotor dan berantakan itu, pun benar – benar membuat seluruh tulang – tulangku remuk. Dengan begitu, tentu saja Aku langsung pergi menyegarkannya kembali dengan Aku pergi membersihkan diri-ku.
Tapi sebelum itu, Aku teringat pada Ibu-ku yang pasti sangat menanti kabar keselamatan dari-ku saat ini. Jadi, agar Ibu tidak khawatir, Aku pun menelefon Ibu terlebih dulu, dan semoga saja Ibu juga masih sedang menunggu telefon dari-ku.
Saat Aku menelefon Ibu, tanpa sadar ternyata saat itu hari sudahlah sore, sekitar jam 4, jadi Aku harus cepat menelefon Ibu, dan setelah itu langsunglah Aku mandi dan sholat.
“Tuut.., tutt..”Suara nada sambung saat ku-telefon Ibu.
Dan ternyata benar saja, baru saja Aku menelefon Ibu, telefon dari-ku pun langsung terangkat oleh orang yang sangat Aku cintai, sekaligus Aku yakin kalau hal itulah yang sangat Ia nantikan selama Aku berada jauh dari rumah. “Assalamualaikum Bu.” Ucap sallam-ku pada Ibu lewat telefon.
“Waalaikum salam Nak.” Jawab Ibu “Gimana kabar-mu yang baru saja sampai, kamu baik – baik saja kan Nak?, Kamu sudah makan?” Tanya Ibu dengan berbagai macam pertanyaan kasih sayang-nya.
“Alhamdulillah Bu, Badrun baik – baik aja.” Lanjut-ku, “Ibu ini, nanya nya satu per-satu dong Bu, hahahaha.” Sedikit tertawa-ku. “Badrun sudah makan, sudah mendapat tempat tinggal juga Bu.” Jelas-ku atas pertanyaan Ibu.
“Alhamdulillah kalau memang seperti itu.” Sambung Ibu, “Ingat ya Nak, jangan lupa sholat, jangan ikuti pergaulan yang kurang baik. Ibu akan selalu mendoakan dan selalu menyertai-mu langkah kaki-mu Nak.” Ujar Ibu.
Ibu yang berkata demikian, pun sempat membuat-ku terdiam dan termenung. Karena Aku yang sejak dulu, entah itu perihal makan, minum, dan segalanya selalu dibantu oleh Ibu. Akan tetapi, saat ini bukan hanya Aku harus mengurus semua itu sendiri, jarak-ku juga berada sangatlah jauh dengan Ibu.
“Yasudah Bu, kalau Ibu baik – baik saja jadi seneng Badrun dengarnya.” Terus-ku, “Badrun mau mandi nih Bu, mau sholat Ashar juga.” Tutur-ku.
“Sholat Ashar?, memangnya disana sudah Ashar Nak?” Tanya Ibu pada-ku yang seperti hal itu belum Ia ketahui.
“Iyaa Bu disini sudah Ashar, bahkan sudah jam 4 sore.” Jawab-ku.