Tuntun Aku menuju Ayat itu!

Rizky Ade Putra
Chapter #34

Jangan di samakan.

Akan tetapi, esok harinya saat Aku terbangun, di pagi hari, juga Aku yang usai menunaikan sholat subuh, tak henti – hentinya Aku bertanya pada sang Pencipta. Aku bertanya perihal yang memang hanya Allah-lah yang hanya bisa menjawabnya, tanpa siapapun selain-Nya di atas muka bumi atau di langit sekalipun.

Dengan kedua tangan yang ku-katupkan, sekaligus terangkat melebihi tinggi kepala-ku yang sedang tertunduk, Aku pun bertanya, “Ya Allah Ya Tuhan-ku. Ya Allah yang Maha menciptakan seluruh skenario dalam kehidupan, tolong tunjukan sedikit pada Hamba ya Allah.” Terus-ku berdo’a, “Hamba hanyalah setitik embun kecil di atas lautan yang entah seberapa luas dan dalamnya. Hamba mohon ya Allah, tolong setidaknya tunjukkan kepada Hamba apa rencana-Mu sebenarnya. Dengan segala rasa se-rendah – rendahnya, Hamba memohon pada-mu ya Allah, Amin..” Tutup-ku dengan membasuh wajah.

Usai itu, Aku pun langsung segera bersiap – siap karena pada hari itu Aku tidak boleh terlambat pada hari pertama-ku duduk di bangku kuliah, yaitu lebih tepatnya di Universitas Ibrani Yerusalem, atau The Hebrew Universitas of Jerusalem.

Hari itu yang dimana menjadi hari pertama-ku belajar di Universitas, sekaligus langsung di tempat atau negara yang sebenarnya sangatlah asing bagi-ku. Negara yang sangat asing itu, pun memiliki kesan senang, sekaligus menegangkan pula saat hari pertama-ku akan belajar di tempat tersebut.

Akan tetapi, walaupun ada rasa menegangkan dalam diri-ku, pun hal tersebut adalah jalan yang sudah ku-putuskan dengan pertimbangan-ku yang sangatlah matang, dan semoga saja, Allah selalu menyertai setiap langkah-ku dalam kebenaran.

* * *

Saat itu, untung saja Aku mendapatkan orang baik yaitu Abraham. Yang dimana, Ia telah memberitahukan-ku tempat sementara untuk-ku tinggal selama menjadi mahasiswa di Universitas Ibrani Yerusalem. Dengan Abraham yang memberitahukan tempat tinggal dan ternyata tempat itu sangatlah dekat dengan Universitas yang memberikan-ku beasiswa, pun tidak sulit bagi-ku untuk sampai ke tempat tersebut, walaupun Aku adalah orang baru di negara tersebut.

Bagaimana tidak dekat, karena seperti yang sebelumnya Aku katakan, karena terlalu dekatnya Universitas tersebut dengan tempat tinggal-ku, sampai – sampai bangunan Universitas yang menjulang tinggi itu terlihat oleh-ku. Dengan kemampuan navigasi yang hanya melihat ke satu titik arah, pun Aku mencari saja jalan yang sekiranya mengarah ke Universitas tersebut. Dengan rasa syukur dan Alhamdulillah, hal tersebut pun juga membuat-ku tidak terlambat pada hari pertama-ku di Universitas tersebut.

Lihat selengkapnya