Satu per-satu mahasiwa di dalam kelas-ku telah memperkenalkan diri mereka masing – masing dengan urusan dari tempat duduk atau meja terdepan lalu begitu selanjutnya sampai ke tempat duduk yang paling akhir.
Aku dan Abraham yang mendapati tempat duduk di meja bagian tengah, pun sebentar lagi akan giliran kami untuk memperkenalkan diri. Abraham yang melihat wajah-ku sedikit canggung, pun juga demikian raut wajah-nya. Mungkin, Abraham mengerti apa arti dari raut wajah-ku yang saat itu sedikit gugup dan takut.
Dan secara tidak sadar dan begitu cepat, tibalah giliran-ku untuk memperkenalkan diri kepada dosen yang juga sekaligus menjadi Kepala Program studi yang Aku ambil, yaitu, Ms. Brianna.
Keringat dinigin pun mulai menyelimuti-ku, yang dimana bersamaan juga dengan kucuran air keringan yang keluar dari dahi-ku. Di tambah pula, Ms. Brianna yang menegur-ku karena sebelumnya diri-ku sempat terdiam karena terlalu gugup dan kaku. “Hei Boy, are you okay?” Ujar Ms. Brianna pada-ku sembari menonggakkan kepala-nya dan menatap-ku.
“Yes, I’m okay.” Jawab-ku.
“Ohh okay, Stand up, and then, introduce yourself now.” Pinta Ms. Brianna pada-ku.
“Huftt..!!” Helaan nafas-ku untuk menghilangkan sedikit perasaan nervous-ku. “My name is Badrun, Badrun Nuruzaman Alawy, Please you all can call me Badrun.” Terus-ku, “I’m from Indoenesia, DKI Jakarta. And then, My age is 18 years old. Thank’s” Aku yang memperkenalkan diri.
Baru saja Aku selesai memperkenalkan diri dan langsung ingin kembali duduk, Ms. Brianna langsung saja bertanya pada-ku, “Wait Badrun, don’t sit down.
“Yes Ms. Brianna?, there is something missing? Tanya-ku juga dengan langsung atas alasan apa Aku belum di bolehkan duduk.
Wajah Ms. Brianna pun menjadi lebih serius dengan kacamata yang sedikit Ia turunkan dan menatap tajam ke arah-ku. “What is you Religion?” Tanya Ms. Brianna.
“Why?, why are asking what is my religion?” Ucap-ku.