Aku yang telah selesai membeli bahan makanan yang tentu saja dengan dibantu, sekaligus juga di temani oleh Deli, pun langsung segera kembali lagi Aku ke tempat tinggal-ku. Akan tetapi, saat Aku ingin kembali sendiri, entah secara tanpa sadar atau tidak, Deli pun justru mengikuti-ku dari arah belakang. Mendapati hal tersebut, tentu saja langsung membuat diri-ku bertanya pada-nya. “Del?, Kamu mau kemana?” Tanya-ku.
“Yaa, mau pulang. Kenapa emangnya?” Ujar Deli sembari bertanya atas ketidak sadaran-nya.
“Pulang?” Tanya-ku kembali agar Deli sadar dengan sendiri-nya.
“Iyaa pulang, emangnya kenapa ada yang salah ya?” Ujar Deli dengan wajah bingung.
“Oalah pulang.” Sambung-ku sembari menunjuk ke arah yang berlawanan dengan arah jalan-ku menuju apartemen, “Bukannya arah rumah-mu kesana?” Ujar ragu-ku pada Deli dengan ingatan saat Aku bertemu dengan-nya yang datang dari arah telunjuk-ku.
“Ooohiyaa, hehehehe.” Terus Deli, “Lupaa Aku, hehehehe.” Tepuk Deli pada kening-nya sendiri.
“Yasudah kalau begitu Aku pulang yaa. Makasih banyak ya karena udah tolongin Aku.” Ucap terimakasih-ku.
“Ehh Badrun tunggu.” Ujar Deli.
“Iyaa Del?, Ada apa?” Tanya-ku.
“Nanti malam Aku boleh ke tempat-mu kan?” Tanya Deli kembali.
“Boleh aja, tapi kalau bisa jangan sendirian yaa. Soalnya kita belum mahram.” Jawab-ku atas pertanyaan Deli.
“Ohhiyaa iyaa, nanti Aku ajak teman-ku agar tidak sendiri. Yasudah sampai ketemu nanti malam yaa.” Pungkas Deli yang melambaikan tangan dan langsung membalikkan arah menuju rumah-nya.
Aku pun langsung pualng menuju rumah dan terfikir untuk memasak sedikit makanan karena Deli mengatakan Ia ingin datang bertamu ke tempat-ku.