Blurb
Tidak semua kutukan lahir dari iblis. Sebagian lahir dari cinta yang menolak kehilangan.
Perjalanan sederhana mengantarkan jagung ke Kampung Kayu Manis mengubah hidup Wati selamanya. Di tengah hutan yang menyimpan legenda tentang Tuselak—manusia jadi-jadian yang berkeliaran pada malam hari—ia mulai menyaksikan serangkaian kejadian yang tak mampu dijelaskan akal sehat.
Semakin jauh Wati menelusuri asal-usul kutukan itu bersama Pak Sukar, seorang tetua yang memahami dunia perdukunan Sasak, semakin mengerikan kenyataan yang tersingkap.
Ayahnya sendiri ternyata menyimpan rahasia yang telah dikubur selama bertahun-tahun. Rahasia tentang seorang istri yang tidak pernah benar-benar dikuburkan. Tentang ritual kuno yang meminta tumbal darah. Dan tentang dirinya yang sejak lahir telah dipersiapkan jadi persembahan terakhir.
Di balik seluruh teror itu, Wati menemukan kenyataan yang jauh lebih kelam daripada sekadar ilmu hitam. Ada sejarah panjang yang dipenuhi pengkhianatan, kutukan turun-temurun, dan kebohongan yang diwariskan selama berabad-abad.
Kini hanya ada dua pilihan. Membiarkan ritual itu membangkitkan kegelapan yang telah lama tersegel atau mengorbankan orang yang paling dicintainya. Karena terkadang, monster yang paling menakutkan bukan yang bersembunyi di dalam hutan, tapi manusia yang rela melakukan apa pun atas nama cinta.