「双翼」-Twin Wings: Reincarnation into a demon king (series 1) edison novel

Pikri YAnor
Chapter #3

Bisikan Dari Babilonia

Langit di atas Lembah Aethelgard kian memerah seperti luka yang menganga, terdistorsi oleh gelombang hawa panas yang membakar atmosfer.

Atmosfer perbatasan yang pekat akan asap belerang dan abu vulkanik kini bergetar hebat, menghamburkan partikel-partikel hitam ke udara.

Di puncak tebing obsidian yang menjulang tinggi, Uriel-Thron menahan pergerakan Sariel-Vael sejenak dengan merentangkan sebelah sayap fotonnya yang berkilau kaku.

Pendaran cahaya dari sayap Malaikat Senior itu membiaskan sinar keperakan yang menembus pekatnya kabut abu di sekeliling mereka.

Di bawah sana, pasukan Ras Ibis yang dipimpin oleh Azaziel mulai menyusun formasi tempur baru di balik barikade batu purba.

Suara dentang zirah besi dan gemuruh api yang dikobarkan oleh ras terbuang itu memantul di dinding-dinding tebing yang terbelah.

Sariel-Vael menahan ayunan belati hukumnya, memiringkan kepala beberapa derajat, dan merekam jeda taktis itu dalam algoritma kesadarannya.

Setiap pergerakan musuh dihitung dengan presisi mikro, merekam frekuensi energi yang mengalir di seluruh penjuru lembah.

"Ada anomali fluktuasi sihir yang terdeteksi pada barisan manusia fana yang membantu Ras Ibis di dasar lembah," kata Uriel-Thron datar.

Mata perak Sariel-Vael memindai kelompok manusia yang berdiri kaku di garis belakang benteng obsidian milik Ras Ibis.

Manusia-manusia tanah itu tidak memiliki sayap berkilau, tidak pula memiliki inti mana murni di dalam dada mereka.

Namun, jemari mereka yang bergetar mengukir simbol-simbol rumit di atas tanah hitam yang ternoda darah dan abu pertempuran.

Pendaran sihir hitam yang mereka panggil memunculkan kubah perisai mistis yang menahan gempuran gelombang Cahaya Terikat milik Ordo Eksekutor.

Riakan energi asing itu membiaskan warna ungu gelap yang memotong kalkulasi gelombang suci dari langit.

"Sihir..." gumam Sariel-Vael secara mekanis, memadankan fenomena tersebut dengan arsip data yang tersimpan di dalam intinya.

"Secara biologis dan teologis, manusia diciptakan dari tanah liat yang pasif dan fana. Mereka tidak memiliki organ alami untuk mengalirkan hukum mana semesta."

Sariel-Vael menoleh kaku ke arah Uriel-Thron, suaranya jernih tanpa nada kebingungan emosional sedikit pun.

"Dari mana makhluk fana yang lemah itu memperoleh pengetahuan untuk membengkokkan struktur ruang dan meretas energi alam?"

Uriel-Thron mengibarkan sayap peraknya tipis, membiarkan bias cahaya suci menetralkan radiasi sihir liar yang menguap dari lembah bawah.

Hawa dingin yang menusuk keluar dari jubah pualam Uriel-Thron, menekan hawa panas belerang di sekitar puncak bukit batu.

"Pengetahuan terlarang itu adalah buah dari tragedi terbesar yang pernah menimpa tatanan kita di era awal penciptaan," jawab Uriel-Thron dingin.

"Kisah kelam tentang Malaikat bersaudara yang diberi izin khusus oleh Dewa Utama untuk mengecap sedikit kehendak bebas."

Lihat selengkapnya