「双翼」-Twin Wings: Reincarnation into a demon king (series 1) edison novel

Pikri YAnor
Chapter #5

Getaran Terlarang di Balik Cahaya

Badai abu vulkanik di dasar Lembah Aethelgard perlahan mulai mereda, meninggalkan aroma belerang dan puing-puing batu obsidian yang menghitam.

Partikel abu hitam yang melayang di udara membiaskan sinar keperakan dari kubah pelindung Surga, menciptakan ilusi bagaikan salju kegelapan yang jatuh perlahan.

Di atas puncak tebing yang mengawasi medan perang, pendaran cahaya suci milik Ordo Eksekutor Surgawi kembali mengunci frekuensi pertahanan.

Sariel-Vael berdiri mematu di tepi jurang, belati hukumnya telah disarungkan kembali ke dalam pendaran foton di pinggangnya.

Bilah perak itu berdengung halus, membuang sisa energi termal yang terserap saat berbenturan dengan Pedang Obsidian milik Azaziel.

Mata peraknya menatap kaku ke arah hamparan abu, tempat di mana pertempuran melawan Ras Ibis baru saja menorehkan jeda taktis.

Setiap sudut lembah dipindai oleh kesadarannya, merekam jejak kawah ledakan dan jasad makhluk terbuang yang mulai menguap menjadi debu.

Namun, tidak seperti biasanya, inti mana di dalam dada Sariel-Vael tidak langsung kembali ke tingkat rotasi dasar yang stabil.

Irama rotasi yang biasanya konstan kini melonjak secara acak, memicu lonjakan energi mikroskopis di sepanjang jaringan saraf fotonnya.

Setiap desakan mana yang mengalir melalui pembuluh peraknya terasa bergetar, menciptakan riak fluktuasi yang asing bagi algoritma keberadaannya.

Di samping kirinya, sesosok Malaikat dari Divisi Pemulih Struktur bernama Lyra-El melayang turun secara perlahan.

Jubah pualam Lyra-El melambai tanpa suara, dibiaskan oleh pendaran sihir penyembuh yang melingkupi seluruh garis tubuhnya.

Lyra-El merentangkan sepasang sayap foton berwarna biru pucat, menyebarkan radiasi sihir penyembuh untuk memulihkan retakan mana para prajurit.

Partikel-partikel biru pualam berhamburan bagaikan kelopak bunga cahaya, menyentuh zirah-zirah perak yang penyok dan merapatkan kembali struktur mana yang terbelah.

Gerakan Lyra-El begitu presisi, anggun, dan terpola sesuai instruksi komando katedral atas tanpa ada celah cacat sedikit pun.

Saat Lyra-El melangkah mendekati Sariel-Vael untuk memindai tingkat kerusakan zirahnya, pendaran cahaya biru pucat itu bersentuhan dengan aura perak Sariel-Vael.

*Zzzzt.*

Sebuah gelombang resonansi yang belum pernah tercatat dalam memori komputasi Sariel-Vael mendadak meledak halus di Inti Mana Cahayanya.

Guncangan itu tidak memicu kerusakan fisik, melainkan menyebar cepat ke seluruh pembuluh foton di dalam rongga dadanya.

Itu bukanlah benturan sihir terlarang layaknya Api Purba milik Azaziel, bukan pula racun bisikan sihir hitam milik manusia Babilonia.

Itu adalah sebuah sensasi kehangatan yang asing—sebuah dorongan untuk menarik keberadaan Malaikat lain itu mendekat ke dalam orbit gravitasinya.

"Status strukturalmu mengalami fluktuasi sepuluh persen pada sektor Inti Mana, Sariel-Vael," kata Lyra-El, suaranya jernih dan datar tanpa nada.

Jemari pualam Lyra-El terangkat, mengarahkan pendaran sihir penyembuh lurus ke arah dada Sariel-Vael.

Lihat selengkapnya