「双翼」-Twin Wings: Reincarnation into a demon king (series 1) edison novel

Pikri YAnor
Chapter #10

Delusi Sang Raja Iblis dan Ritual Konyol

Sebelum jeritan tangis pertamanya memecah keheningan pondok kayu Lembah Eldoria, sebelum sepasang mata peraknya terpejam di dalam pelukan hangat Sariel-Vael dan Azaziel, jiwa itu milik seseorang yang sangat berbeda.

Ia adalah Ren Satou. Seorang remaja berusia enam belas tahun yang hidup di sebuah dunia fana tempat ilmu pengetahuan dan sejarah berjalan berdampingan dengan mitologi unik. Di dunia asal Ren, catatan kuno tidak pernah mengenal nama Lilith sebagai perempuan pertama penciptaan; sejak awal, Hawa-lah yang tercatat sebagai wanita sulung di muka bumi, mendampingi Adam dalam sejarah awal keberadaan manusia. Namun, bagi Ren, sejarah fana dunia itu teramat membosankan.

Ren Satou tidak peduli pada realitas. Sejak usia dini, benaknya telah tercekoki oleh berpuluh-puluh kisah fiksi reinkarnasi Raja Iblis, sihir kegelapan, dan takdir penguasa kegelapan dari dimensi lain. Sensasi superioritas palsu itu meresap begitu dalam hingga membentuk cara pandangnya yang picik terhadap dunia.

Di sekolah, Ren adalah sosok antisosial yang mengisolasi diri secara ekstrem. Ia memandang teman-teman sekelasnya bukan sebagai sesama manusia, melainkan sekadar objek—pion-pion tidak berguna yang hanya layak dimanfaatkan demi kepuasannya.

Salah satu 'pion' yang sering menjadi sasarannya adalah Daisuke, seorang anak laki-laki polos dan baik hati yang duduk di sebelahnya. Setiap kali ada tugas kelompok atau ujian, Ren akan menggunakan manipulasi emosional untuk memanfaatkan Daisuke.

"Daisuke," bisik Ren suatu hari di sudut perpustakaan, merapikan poni rambutnya yang sengaja ditutupi agar menutupi mata kirinya. Ia mengelus tangannya yang dililit perban medis putih—sebuah atribut *chūnibyō* klasik yang ia yakini sebagai penyegel kekuatan purba. "Tugas sejarah fana ini teramat kaku untuk kesadaran tingkat tinggiku. Selesaikan bagianku, dan aku akan memastikan namamu tidak tersapu oleh kegelapan saat waktuku tiba."

Daisuke yang tidak tega melihat Ren selalu menyendiri, hanya mengangguk canggung dan mengerjakan tugas tersebut. Namun di dalam benak Ren, kebaikan Daisuke justru ia anggap sebagai ketakutan seorang fana kepada calon Penguasa Kegelapan.

Sikap manipulatifnya tidak berhenti di situ. Pada teman perempuan sekelasnya, Mei, yang pernah mencoba mengajaknya bergabung dalam klub drama sekolah, Ren memberikan respons yang penuh keangkuhan delutif.

"Ren, kamu mau mencoba ikut klub drama? Siapa tahu bisa menambah teman," tawar Mei dengan senyum ramah.

Ren hanya menatap Mei dengan pandangan dingin dan tajam yang dibuat-buat. "Klub drama? Kamu berani memintaku berpura-pura menjadi manusia di atas panggung fana? Bersyukurlah aku masih membiarkan jiwamu bernapas di bawah naungan takdirku," jawab Ren dengan nada berat yang dibuat-buat, lalu melangkah pergi meninggalkan Mei yang kebingungan sekaligus risih.

Bagi Ren, dirinya bukan sekadar siswa SMA biasa. Ia adalah *Vael-Zul*, sang Penguasa Kegelapan Abadi yang terperangkap dalam wadah fana yang menyedihkan. Kehidupan Ren dipenuhi oleh ritual-ritual aneh yang ia rancang sendiri berdasarkan kompilasi anime dan novel yang ia baca. Ia mengumpulkan buku-buku sihir palsu, meracik cairan berwarna aneh dari bahan-bahan pembersih rumah tangga, dan menggambar lingkaran sihir menggunakan kapur di lantai kamarnya setiap tengah malam.

Lihat selengkapnya