Hari-hari berikutnya berjalan seperti garis lurus yang tegang. Kejadian sebelumnya tidak membawa perubahan apapun. Malvin kembali ke rutinitas. Kafe. Rumah. Jarak. Begitu juga dengan Niki. Keadaan membawa mereka tetap menjadi asing.
Namun ada yang berubah. Setiap kali pintu kafe terbuka, refleks matanya mencari satu wajah. Ia benci kebiasaan baru itu. Ia mencari Niki yang biasanya muncul walaupun dia terus bersikap dinging. Dia menunggu Niki hadir, walau hanya sekedar menatap melalui jendela kaca kafe. Apakah Niki sakit? Atau kemana Niki pergi? Dia ingin menghubunginya namun sesuatu di dalam dirinya menahannya. Dia takut dia tidak layak lagi untuk Niki.
Kompas kecil di lengannya terasa seperti berdenyut. Arah pulang yang dulu jelas, kini kabur. Dia kabur karena kesalahan Malvin sendiri, karena ketakuatan Malvin.
Salah seorang staff Malvin menatapnya, sejak kehadiran Niki, Malvin tampak berubah, fokusnya terbagi. Dia melakukan beberapa kesalahan kecil yang biasanya tidak pernah ia lakukan. Malvin bekerja sangat detail, karena ia tau kesalahan kecil akan membuatnya rugi.
Kenny juga memperhatikan hal yang sama, dia menjadi kesal, biasanya Malvin tidak sedingin itu padanya, namun saat Niki datang, Malvin seperti membuat batasan dengan Kenny. Beberapa ajakan dia tolak, bahkan ancaman mengenai biaya sewa kafe tampak ia acuhkan.
"Malvin! Apakah perempuan itu yang membuatmu seperti ini? Aku akan menjauhkannya darimu jika kamu merasa terganggu karenanya. Kau menjadi seperti orang lain saat dia datang kesini."
Malvin menatap Kenny tak suka. Ia tau betul apa kalimat yang keluar dari mulut Kenny, bukanlah sebuah gertakan, ia yakin betul kalau Kenny akan melakukan apapun untuk kepuasan hatinya.
"Apakah akhir-akhir ini dia datang kesini?"
kenny bertanya pada staff Malvin.
"Tidak. Beberapa hari ini dia tidak kesini."
Malam itu, ia mendapati dirinya berdiri di depan flat Niki tanpa rencana. Ia tidak masuk atau bahkan meminta tolong pada penghuni flat agar memberikan akses baginya. Dia juga tidak mengirim pesan. Ia hanya berdiri⦠lalu pergi.