Two Continents Between Us

Ntalagewang
Chapter #16

Bab 16

Hari-hari terus berjalan tanpa Malvin. Sama seperti sebelumnya, Niki tetap menjalani rutinitasnya mengunjungi kafe-kafe kecil, berjalan di jalanan kota yang basah oleh gerimis sore, dan mengunjungi perpustakaan untuk menenangkan pikirannya. Tapi meskipun begitu, bukan berarti ia berhasil melepaskan Malvin dari pikirannya. Bayangan lelaki itu tetap ada, diam-diam mengikuti langkahnya di setiap sudut kota yang ia datangi.

Sore itu, tanpa rencana, Niki menuruni tangga di salah satu jalan setapak yang biasa ia lewati, menikmati cahaya senja yang menembus gedung-gedung tinggi. Angin dingin membawa aroma basah tanah dan uap kopi dari kafe-kafe di sekitarnya. Ia sedang tenggelam dalam lamunannya ketika tiba-tiba seorang perempuan muncul di hadapannya, tinggi, tegap, dengan mata tajam yang seolah menembus langsung ke jiwanya.

“Kau perempuan yang waktu itu bertemu dengan Malvin, kan?” suara itu dingin, tegas, tapi penuh amarah yang nyaris tersembunyi di balik nada kontrol. Wajah perempuan itu seperti siaga, setiap gerakan tubuhnya menandakan kesiapan untuk menyerang jika Niki ternyata memang perempuan yang dimaksud.

“Ya?” Niki menjawab pelan, mencoba menenangkan detak jantungnya. Ia hanya sekilas mengenal perempuan ini, sebuah wajah yang pernah terlihat di kafe itu, tapi tak pernah benar-benar berbicara lebih dari satu kalimat.

“Aku mau bicara sebentar. Sepertinya kau harus tahu banyak hal tentang Malvin.” Kata perempuan itu, sambil menatap tajam. Niki menangkap nada ancaman halus di balik ucapannya, namun juga ada sesuatu yang memaksa dirinya mendengarkan.

Niki terdiam. Matanya menatap jalan kosong di samping mereka, pikirannya berputar. Haruskah ia mengikuti Kenny, begitu perempuan itu menamakan dirinya, atau tidak? Ia tidak yakin apa yang akan ia dapatkan, tapi perasaan ingin tahu dan sedikit rasa takut membuatnya menahan diri.

“Aku tahu segalanya tentang dia,” lanjut Kenny, seakan membaca pikiran Niki. Tatapannya menusuk, hipnotis, memaksa Niki untuk menyerah pada rasa penasaran. Menurut Kenny, satu-satunya cara ia bisa menyingkirkan Niki adalah dengan memberitahu semua hal memalukan tentang Malvin, hal-hal yang selama ini dijaga rapat dari Niki.

Niki menghela napas. Perlahan, ia mengangguk. “Baik. Aku akan mendengarkanmu.”

Kenny tersenyum tipis, tetapi ada kilatan dingin di matanya. “Apa yang kau ketahui tentang Malvin?” tanya Niki, suara pelan tapi penuh kehati-hatian.

Lihat selengkapnya