Two Sides Of The Eternal Light

Husnu zinni
Chapter #2

Bab 2


 Keesokan paginya, Elara sudah bangun sejak matahari belum terlalu tinggi. Ia mondar-mandir di dalam kamar, tangannya meremas ujung gaun yang sudah disiapkan Nenek Mara. Hatinya berdebar tak menentu, antara ingin bertemu dan juga takut.

 

"Nek, apakah pakaianku sudah rapi?" tanyanya berkali-kali pada Nenek Mara yang sedang menyusun bantal di sofa.

 

"Sudah sangat indah, Tuan Putri," jawab Nenek Mara sambil tersenyum lembut. "Kau tidak perlu gugup begitu."

 

Belum lama berselang, terdengar suara langkah kaki banyak berhenti di depan pintu. Lalu ada ketukan halus yang berat, suara yang berbeda dari biasanya.

 

Pintu terbuka perlahan. Raja masuk lebih dulu, lalu menyingkir ke samping. Di belakangnya, berjalanlah seorang pemuda dengan jubah hitam yang dihiasi benang perak berkilau. Wajahnya tampan namun tenang, matanya tajam namun tidak terasa dingin menakutkan. Itulah Pangeran Lian.

 

Ia tidak langsung menatap sekeliling ruangan atau melihat barang-barang indah di sana. Matanya langsung tertuju pada Elara, seolah sudah tahu persis di mana gadis itu berdiri.

 

Elara menunduk gugup, kedua tangannya saling meremas di depan perut.

 

"Selamat pagi, Putri Elara," suara Pangeran Lian terdengar dalam dan tenang.

 

Elara perlahan mendongak, memberanikan diri menatapnya sebentar. "Selamat pagi, Pangeran Lian."

 

Lihat selengkapnya