Bab 3
Pangeran Lian duduk perlahan di kursi yang agak jauh sedikit, supaya Elara tidak merasa terdesak. Ia menatap gadis itu dengan pandangan yang lembut dan tulus, tak ada sedikit pun rasa ingin tahu yang sekadar penasaran.
Elara masih menunduk, memilin ujung gaunnya dengan jari-jemari yang sedikit gemetar.
"Pangeran... kenapa Pangeran bersikap begitu baik padaku? Padahal hampir semua orang takut dan menjauh dariku."
Pangeran Lian diam sejenak, seolah menyusun kata-kata yang paling pas di hatinya. Lalu ia berbicara dengan suara yang tenang namun tegas, setiap kata terdengar berat dan jujur.
"Aku datang ke sini bukan hanya untuk melihatmu, Elara. Dan bukan juga hanya karena aku penasaran denganmu."
Elara perlahan mendongak, menatapnya dengan mata yang membelalak sedikit.
"Lalu... kenapa Pangeran datang sejauh ini?"