Bab 4
Kata-kata "aku mau" yang keluar dari bibir Elara membuat senyum di wajah Pangeran Lian melebar, begitu hangat hingga seolah menyinari seluruh ruangan itu. Ia perlahan mengulurkan tangannya, menunggu dengan sabar tanpa memaksa sedikit pun.
"Bolehkah aku memegang tanganmu?" tanyanya dengan suara yang sangat lembut.
Elara menarik napas panjang, lalu perlahan menyodorkan tangannya yang halus. Saat jari mereka bersentuhan, terasa getaran hangat yang lembut menjalar dari kulit ke seluruh tubuhnya. Tidak ada rasa sakit, tidak ada rasa takut yang mendadak datang. Hanya rasa tenang yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.