Bab 9
Keesokan paginya, Elara terbangun dengan perasaan yang sangat berbeda. Tidak ada lagi rasa berat di dada, tidak ada lagi rasa cemas yang menyergap saat membuka mata. Cahaya matahari pagi yang masuk lewat jendela terasa begitu ramah dan menyapa dengan lembut.
Setelah siap merapikan diri, terdengar ketukan di pintu kamar. Saat Elara membuka, dilihatnya Pangeran Lian sudah berdiri di sana dengan senyum hangat dan membawa sebuah kotak kecil berwarna putih bersih.
"Selamat pagi, Elara," sapanya lembut. "Bolehkah aku masuk sebentar?"
"Boleh, silakan," jawab Elara sambil tersenyum mempersilakan.