Two Sides Of The Eternal Light

Husnu zinni
Chapter #17

Bab 17

Bab 17

Amarah Raja Kegelapan meledak seketika. Tubuh raksasanya membengkak berkali-kali lipat, diselimuti asap hitam pekat yang berputar mengamuk. Cakarnya yang sebesar tembok istana terangkat tinggi ke udara, lalu dihantamkan dengan kekuatan penuh tepat ke arah tubuh kecil Elara yang berdiri terpaku di hadapannya.

"JANGAN BODOH!" suaranya menggelegar membelah langit malam. "AKU AKAN MEMAKSA KAU MENJADI MILIKKU!"

Dari kejauhan, teriakan histeris terdengar memecah keheningan.

"ELARA!" jerit Pangeran Lian sekuat tenaga, ia berlari secepat kilat ingin menahan serangan itu, namun tembok sihir hitam yang kokoh menghantamnya hingga terpental jatuh berdarah.

"ANAKKU!" Ratu Seraphina pingsan di pelukan Raja Aldric, wajahnya pucat pasi seolah nyawanya melayang. Raja Aldric, Raja Kaelen, dan Ratu Elowen hanya bisa menatap dengan mata terbelalak penuh ketakutan, darah mereka seolah membeku melihat kematian yang mengancam putri kesayangan mereka.

Namun saat cakar tajam itu hampir menyentuh kulit Elara, sesuatu yang luar biasa terjadi.

Elara tidak berusaha lari, tidak juga menangkis. Ia hanya berdiri diam, menutup matanya rapat-rapat, dan membiarkan segala rasa takut, ragu, serta rasa bersalah yang selama ini membebani hatinya runtuh seketika.

"Terima kasih sudah mengingatkanku," bisiknya pelan di dalam hati. "Bahwa cahayaku bukan untuk melawan, tapi untuk menjadi."

Lihat selengkapnya