Two Sides Of The Eternal Light

Husnu zinni
Chapter #18

Bab 18

Bab 18

Tangan bersinar lembut Sang Ratu Cahaya Abadi masih terulur ke arah Raja Kegelapan. Sosok raksasa itu mundur perlahan, matanya yang ungu menatap penuh kebingungan, seolah ribuan tahun rasa kesepian dan kebencian mulai retak satu per satu.

"Kenapa..." suaranya gemetar, tidak lagi terdengar mengancam. "Kenapa kau tidak memusnahkanku? Bukankah seharusnya cahaya dan kegelapan tidak bisa berdiri bersama?"

Sang Ratu Cahaya Abadi tersenyum lembut, senyum yang begitu hangat hingga membuat seluruh hawa dingin di udara perlahan lenyap.

"Kau salah," jawabnya dengan suara yang bergema tenang di seluruh penjuru dunia. "Cahaya tidak akan memiliki arti tanpa kegelapan. Seperti malam yang indah karena ada bintang, seperti istirahat yang berharga karena ada hari. Kita bukan musuh, kita adalah dua bagian yang saling melengkapi."

Ia melangkah lebih dekat lagi, tidak sedikit pun menunjukkan rasa takut.

"Selama ini kau marah karena merasa dibuang, merasa tidak diinginkan. Padahal aku selalu ada di dalam dirimu, sama seperti kau selalu ada di dalam diriku. Dulu aku terbelah bukan karena membenci dirimu, tapi karena dunia ini belum siap menerima kita berdua."

Cahaya lembut dari tubuhnya menyentuh dada Raja Kegelapan. Asap hitam yang menyelimutinya perlahan lenyap, memperlihatkan wujud aslinya yang agung namun penuh kesedihan.

Lihat selengkapnya