Umbra

Ooza
Chapter #8

Markas (lanjutan 2)

Aku menatap Gery, "Lo juga sering nonton bokep ?"

Gery diam sejenak lalu menoleh, "Ja-rang."

"Ren," panggil Arman dengan tatapan minta penjelasan. Aku hanya mengedikkan dagu, pura-pura gak ngerti maksudnya.

"Ck ..." decak Arman.

Deni tersenyum miring, "Lo juga nonton gituan Ren?"

Setelah omongan Deni semua melempar pandangan penuh tanya kearahku, "Justru itu, gue baru mau tanya Gery. Lain kali kalo mau nonton ngajak-ngajak biar gue tau. Belum pernah nonton jadi gue gak paham yang kalian maksud."

Sungguh jantung ini rasanya kayak mau meledak. Dag-dig-dug gak karuan. Ternyata begini rasanya pura-pura gak tau apa-apa. Tapi ya gimana lagi, kalo gak coba cari celah aku gak bakal tau gimana mereka lihat aku. Dan apakah bergaul sama mereka masih aman, atau udah saatnya aku menjarak.

"WOY!" teriak Gery, "lo gak boleh nonton Ren. Apalagi bareng gue, bahaya." Kedua bola mata Gery membulat sempurna.

"Iya, bener kata Gery," ujar Arman.

Deni tersenyum simpul, "Bukannya itu yang lo harapin Ger, jadi bisa langsung—"

Tangan Gery menangkup mulut Deni. Dari sofa sebrang Tama hanya tertawa tanpa suara.

Lihat selengkapnya