Bel pulang sudah berbunyi. Aku berdiri di dekat lapangan basket, menunggu Gery yang sedang mengambil motornya di parkiran. Di tengah lapangan tampak si chindo mendrible bola dengan gerakan licah, lalu mengoper bola ke rekan satu timnya. Napasnya tampak terengah, namun keringat yang membanjiri wajah kemerahan itu terlihat cukup membuatku terpaku sesaat. Meski Stefan tak menyadari keberadaanku sama sekali, tapi entah mengapa sudut bibirku tak mampu ku tahan tatkala mengamati gerak-geriknya yang tegas. Menyibakkan rambut ke belakang, menyeka keringat di dahi dengan punggung tangannya, bahkan saat dia mengambil botol mineral di tepi lapangan lalu menuangkannya ke kepala dan mengibaskan kepalanya.
"Masih mau di sini?" suara Gery yang begitu dekat membuatku tersentak seketika.
Aku menoleh, "Eh, Ger. Udah ambil motornya?" Tangan cowok itu entah sejak kapan sudah melingkar di bahuku. Dia menatap lurus ke tengah lapangan, lalu beralih padaku.
"Udah, tuh." nada bicaranya terdengar agak lesu. Gery menunjuk motornya dengan dagu.
Aku memutar badan, "Jalan sekarang yuk," kataku dengan sisa senyum yang mati-matian ku tahan.
"Hm."
Aku sudah berdiri di samping motor Gery, siap memakai helm. Namu gerakan tanganku terhenti begitu menyadari raut masam di wajah Gery.
"Kalo lo lagi capek kita langsung pulang aja deh, Ger. Ntar lo pingsan di jalan, gue juga yang repot." kataku.
Gery naik ke motor lalu mengenakan helmnya, "Gue cuma udah laper aja kok, Ren. Gak usah panik gitu lo."
Aku yang juga sudah duduk di jok belakang langsung memukul pelan pundaknya, "Idih pede banget lo jadi cowok. Siapa juga yang panik," elakku.
Hening.
Motor Gery perlahan keluar dari pelataran sekolah, melesat dengan cepat di atas aspal yang masih hangat akibat terbakar matahari. Gery sering ngebut sih, tapi kali ini dia sama sekali tidak memberitahu kalo bakal ngebut. Aku benar-benar kaget dan refleks memeluk pinggangnya erat.
"Berhenti Ger!" teriakku, "kalo mau mati gak usah ngajak gue!" aku memejamkan mata.
Brandal. Ini bocah kenapa sih, kayak orang kesetanan gini. Bisa beneran tewas aku kalo gini caranya.