Umbra

Ooza
Chapter #16

Asap Indomie

Rintik hujan mulai menyerbu kami, perlahan intensitasnya terus meningkat. Gery lantas membelokkan motor ke pelataran sebuah toko alat pendakian. Di sana juga sudah ada beberapa orang yang tengah berteduh. Pasukan dari langit itu pun kian menjadi-jadi membuat suara riuh yang memekakan telinga. Tak mau kalah, kilatan cambuk langit beberapa kali terjulur memamerkan keganasannya.


Untungnya tadi kami segera menepi, jadi tidak sampai basah kuyup. Gery melepaskan jaket lalu mengibaskannya, membuat beberapa tetes air terhempas. Kemudian ia sampirkan ke bahu. Tangannya perlahan melepas helm meletakkannya ke spion motor lalu mengelap wajahnya yang basah dengan lengan seragam pramuka.

"Ren, lo pake gih!" Gery menyodorkan jaketnya padaku.

Ku dorong balik tangannya, "Gak usah, Ger. Lo aja yang pake, biar gak masuk angin sampe rumah."

"Serius nih, gak mau?" Gery menatapku.

Aku tertawa kecil, "Badan gue gak selemah itu Gery." Aku mengibaskan rok pramuka panjang yang bawahnya sedikit basah.


Suara hujan makin deras, memantul di aspal dan atap seng toko. Orang-orang di sekitar mulai merapat ke dalam, cari posisi paling aman dari tampias. Aku menyilangkan tangan di depan dada, berusaha menghalau dingin yang pelan-pelan mulai kerasa.

"Trabas aja gak sih, Ger?" aku nyletuk begitu saja.

Gery memasang tampang kaget, "Mau cari penyakit?"

Aku terdiam.


Sebenarnya aku cuma pengen cepet sampe kontrakan mandi terus selimutan deh. Lagian kalo hujannya gak reda kan sama aja nanti basah juga. Di sini cuma buang-buang waktu.


Gery membuang napas kasar, "Yaudah ayo!" katanya seraya meraih helm di spion untuk kembali dikenakan.

***

Setibanya di kontrakan aku langsung mandi, berganti dengan kolor panjang warna abu tua dan atasan berupa hoodie putih gading milik Bang Andra. Tadi Gery hanya mengantarku lalu segera berpamit untuk pulang.


Usai melilitkan handuk ke kepala ku menghempaskan pantat pada sofa warna coklat yang tampak usang. Belum genap satu menit berlalu terdengar ketukan di pintu depan.

"Ren, ini gue!" teriak Gery.

Lihat selengkapnya