Under Jakarta Skies

Yukino Chiba
Chapter #1

PROLOGUE: The Donut Queue

Darla sebenarnya tidak berniat mampir ke Blok M sore itu.

Rencananya sederhana.

Kajian selesai.

Pesan ojek.

Pulang.

Tidur.

Lalu mencoba melewati satu hari lagi tanpa memikirkan hal-hal yang seharusnya sudah selesai.

Sayangnya...

Manusia jarang benar-benar melakukan apa yang sudah direncanakannya.

Entah bagaimana, kakinya justru berhenti di depan sebuah toko donat yang sedang ramai.

Antreannya panjang.

Mungkin tiga puluh orang.

Mungkin lebih.

Darla ikut mengantre.

Bukan karena ia benar-benar ingin makan donat.

Ia hanya belum ingin pulang.

Kadang...

Kesepian terasa lebih mudah ditunda kalau kita sedang berdiri di tengah keramaian.

Antrean bergerak pelan.

Satu langkah.

Lalu berhenti lagi.

Darla menghela napas pelan.

Ponselnya masih berada di tangan.

Layar sudah mati sejak beberapa menit lalu, tetapi ibu jarinya masih mengusap sisi casing tanpa sadar.

Semalam...

Ia melihat sesuatu yang seharusnya tidak ia lihat.

Foto mantan kekasihnya.

Bersama perempuan lain.

Mereka tampak bahagia.

Sangat bahagia.

Seolah hubungan yang bertahun-tahun pernah mereka bangun tidak pernah ada.

Darla sempat bertanya-tanya...

Apakah memang hanya dirinya yang membutuhkan waktu selama ini?

Ia menggeleng pelan.

"Udah, Darla."

"Enough."

"Next, Kak."

Suara kasir membuatnya kembali ke dunia nyata.

"Oh... iya."

Ia maju satu langkah.

Matanya mengarah ke papan menu.

Namun pikirannya masih berada di tempat lain.

βΈ»

Beberapa ratus meter dari sana...

Dua pria berjalan santai meninggalkan masjid.

"Mas Jakub."

"Hm?"

"Tadi ustaznya bagus ya."

Jakub mengangguk kecil.

"Very."

"Yang bagian mana?"

"'Allah melihat usaha sebelum hasil.'"

Faris tersenyum.

"Nah, saya juga suka yang itu."

Mereka terus berjalan.

Sesekali menghindari orang yang lalu-lalang di trotoar Blok M.

Faris melanjutkan cerita tentang pekerjaan di Kedutaan yang belum selesai.

Tentang dokumen legal yang harus dikirim ke Warsawa.

Tentang rapat minggu depan.

Jakub mendengarkan.

Lihat selengkapnya