Under Jakarta Skies

Yukino Chiba
Chapter #5

CHAPTER 4: The Donut Shop

...


Jakub mengangguk pelan.


"Saya mulai berpikir Jakarta sebenarnya kota kecil."


Untuk pertama kalinya hari itu...


Darla tertawa.


Tawa kecil.


Singkat.


Namun cukup membuat beban yang sejak pagi memenuhi dadanya sedikit berkurang.


Ia menggeleng pelan.


"Aku juga nggak nyangka bisa ketemu lagi."


"Neither did I."


Hening.


Bukan hening yang canggung.


Lebih seperti dua orang yang sama-sama sedang mencoba menerima bahwa kemungkinan sekecil itu benar-benar terjadi.



"How have you been?"


tanya Jakub akhirnya.


Darla mengangguk kecil.


"Baik."


Lalu tersenyum tipis.


"Ya... berusaha."


Jakub tidak bertanya lebih jauh.


Ia hanya mengangguk pelan.


"Good."


Beberapa detik kemudian ia kembali bertanya,


"Masih kerja di tempat yang sama?"


"Masih."


"How's work?"


Darla mengembuskan napas pelan.


"...Unfortunately."


Jakub tertawa pelan.


"That bad?"


"Bukan kerjaannya."


Darla mengangkat bahu.


"Cuma... capek aja."


"Hm."


Jakub mengangguk pelan.


Ia tidak mencoba menghibur.


Tidak berkata, "Semangat."


Tidak juga memberi nasihat.


Hanya mengangguk.


Seolah memahami bahwa kadang seseorang memang hanya ingin didengar.



Nomor antrean berbunyi.


A-127.


"Oh."


Dea mengangkat nomor antreannya.


"Nomorku."


Jakub tersenyum kecil.


"Good."


Darla mengernyit.


"Good?"


"Kalau tidak..."


Ia terkekeh pelan.


"...kita mungkin akan tetap berdiri di sini sambil sama-sama bingung mau bicara apa."


Darla langsung tertawa.


"Iya juga."



Beberapa menit kemudian mereka keluar membawa pesanan masing-masing.


Jakub memegang kopi dan sekotak donat.


Darla membawa paper bag kecil.


Tanpa sadar...

Lihat selengkapnya