Under Jakarta Skies

Yukino Chiba
Chapter #10

CHAPTER 9: Two Muslimahs

Saturday Morning


Jakarta masih diselimuti langit mendung.


Darla baru saja selesai menyeduh secangkir kopi.


Hari Sabtu biasanya menjadi satu-satunya hari ketika ia tidak perlu berangkat terlalu pagi.


Laptop sudah terbuka.


Beberapa dokumen pekerjaan masih menunggu.


Namun kali ini…


perhatiannya justru tertuju pada satu notifikasi WhatsApp.


Hana.


Perempuan yang menghubunginya kemarin pagi.


Mereka sempat bertukar beberapa pesan ringan.


Tidak banyak.


Hanya cukup untuk saling memperkenalkan diri.


Hana bahkan sengaja tidak langsung masuk ke tujuan.


Dan entah mengapa…


Darla menghargai itu.



Ponselnya kembali berbunyi.


Hana


Assalamu’alaikum, Darla 😊


Semoga aku nggak mengganggu weekend-mu.


Darla tersenyum kecil.


Ia segera membalas.


Wa’alaikumussalam, Kak.


Not at all.


Tak lama kemudian…


pesan berikutnya masuk.


Kalau berkenan… boleh kita ngobrol lewat telepon sebentar?


Rasanya lebih enak daripada panjang-panjang chat.


Darla membaca ulang pesan itu.


Tidak ada kesan mendesak.


Tidak ada kalimat,


“Penting banget.”


Tidak juga,


“Harus sekarang.”


Ia justru diberi pilihan.


Itu membuatnya merasa nyaman.


Boleh, Kak 😊


Kurang dari sepuluh detik kemudian…


WhatsApp Calling.



“Assalamu’alaikum.”


Suara Hana terdengar lembut.


Tenang.


“Wa’alaikumussalam.”


“Terima kasih ya udah berkenan dihubungi.”


“Nggak apa-apa kok.”


“Semoga aku nggak mengganggu.”


“Justru aku penasaran.”


Hana tertawa kecil.


“Alhamdulillah.”



Obrolan mereka dimulai dari hal-hal sederhana.


Pekerjaan.


Jakarta yang semakin macet.


Belanja sayur.


Harga cabai.


Kucing.


Sesekali mereka tertawa.


Sesekali saling menyetujui.


Hana sengaja tidak terburu-buru.


Ia ingin mengenal Darla sebagai seorang perempuan terlebih dahulu.


Bukan sebagai seseorang yang sedang menerima sebuah usulan.


Lihat selengkapnya