Sunday Evening
Rumah Faris dan Hana.
Hana sedang menyiram tanaman di teras ketika ponselnya bergetar.
WhatsApp.
Darla.
Ia segera mengeringkan tangannya sebelum membuka pesan itu.
⸻
Darla
Assalamu’alaikum, Kak Hana 😊
Maaf ganggu lagi.
Hana langsung tersenyum.
⸻
Hana
Wa’alaikumussalam 😊
Ganggu apanya? Hehe.
⸻
Tiga titik kecil muncul.
Lalu menghilang.
Muncul lagi.
Hilang lagi.
Hana terkekeh pelan.
“Dia lagi nyusun kalimat…”
Beberapa detik kemudian pesan itu akhirnya terkirim.
⸻
Darla
Aku boleh nitip satu pertanyaan buat beliau nggak ya, Kak?
⸻
Bukan,
“Tolong tanyain.”
Bukan,
“Aku mau nanya.”
Tetapi…
“Boleh.”
Hana langsung tersenyum sendiri.
“MasyaAllah…”
“Sama.”
⸻
Di waktu yang hampir bersamaan…
Di apartemen dinas Kedutaan Besar Polandia.
Jakub menatap layar laptopnya.
Sebuah email masih terbuka.
Namun pikirannya sama sekali tidak berada di sana.
Ia mengambil ponselnya.
Membuka chat Faris.
Lama.
Baru kemudian mengetik.
⸻
Jakub
Good evening.
May I ask her one question?
⸻
Balasan datang kurang dari satu menit.
⸻
Faris
Of course.
⸻
Namun…
Jakub belum berhenti mengetik.
⸻
Jakub
I’m worried it may be too personal.
⸻
Di rumah.
Faris baru saja membaca pesan itu ketika Hana masuk membawa ponselnya.
“Mas.”
“Hm?”
“Coba lihat.”
Ia menyerahkan layar ponselnya.
⸻
Darla
Aku takut pertanyaannya terlalu personal.
⸻
Faris terdiam.