Monday
08.10 AM
Kedutaan Besar Republik Polandia.
Jakarta.
Kotak masuk email Jakub bertambah satu.
Ministry of Foreign Affairs – Warsaw
Ia membukanya tanpa tergesa.
Beberapa detik kemudian…
sudut bibirnya sedikit bergerak.
Bukan senyum.
Lebih seperti helaan napas yang akhirnya menemukan tempat.
Tidak ada penolakan.
Tidak ada persetujuan.
Hanya satu kalimat sederhana.
A meeting has been scheduled for Wednesday, 15.00 CET / 20.00 Jakarta.
Jakub membaca email itu sekali lagi.
Lalu menutup laptop perlahan.
Langkah pertama…
akhirnya benar-benar dimulai.
⸻
Siang.
Jakarta Selatan.
Hari Darla berjalan seperti biasanya.
Interview.
Review CV.
Meeting dengan user.
Membalas email yang tak kunjung habis.
Namun…
setiap kali membuka kalender…
ia sadar.
Proses ta’aruf itu kini bergerak tanpa terasa.
Bukan lagi sekadar saling bertanya.
Melainkan mulai memasuki keputusan-keputusan yang lebih nyata.
Ponselnya bergetar.
Hana
Free nanti malam?
Darla tersenyum.
InsyaAllah, Kak.
Kenapa?
Balasan datang hampir seketika.
Dinner yuk.
Cuma kita berdua.
Darla langsung mengerutkan kening.
Naluri HR-nya otomatis bekerja.
“Pasti ada sesuatu.”
⸻
Malam.
Sebuah restoran kecil di Jakarta Selatan.
Hangat.
Tidak terlalu ramai.
Makanan baru saja datang ketika Hana bertanya santai,
“Darla…”