Under Jakarta Skies

Yukino Chiba
Chapter #32

CHAPTER 31: Good News Doesn"t Rush

Friday


08.20 AM


Jakarta.


Kedutaan Besar Republik Polandia.


Hari berjalan seperti biasa.


Jakub sudah menyelesaikan dua laporan sebelum pukul sembilan ketika seorang staf lokal mengetuk pintunya.


“Pak Jakub.”


“Ya?”


“Ada dokumen yang perlu tanda tangan.”


“Baik.”


Ia mengambil map itu, memeriksanya satu per satu, lalu membubuhkan tanda tangan seperti biasanya.


Tidak ada yang berubah.


Setidaknya…


begitulah yang terlihat dari luar.


Tak seorang pun di kantor mengetahui bahwa sehari sebelumnya ia baru menjalani salah satu interview terpenting dalam hidupnya.


Dan Jakub memang memilih tetap diam.


Baginya…


kabar baik tidak perlu didahulukan dari kepastian.



Sekitar pukul sepuluh.


Ponselnya bergetar.


Nama yang kini mulai semakin sering muncul.


Darla.


Jakub memandang layar beberapa detik sebelum membuka pesannya.


Darla


Busy?


Sudut bibirnya terangkat sedikit.


Ia membalas.


Jakub


A little.


Everything alright?


Balasan datang tidak sampai semenit.


Darla


Alhamdulillah.


Cuma mau bilang semoga harimu lancar. 😊


Jakub membaca ulang pesan itu.


Dua kali.


Lalu mengetik.


Jakub


Thank you.


I hope yours goes well too.



Percakapan berhenti di sana.


Tidak ada yang merasa harus mencari topik baru.


Karena memang tidak ada lagi yang perlu dibahas.


Dan entah sejak kapan…


keheningan seperti itu justru terasa nyaman.



Jakarta Selatan.


Kantor Darla.


Darla baru saja selesai mewawancarai seorang kandidat ketika dua rekan kerjanya mengajaknya ke pantry.


“Coffee?”


“Boleh.”


Mereka mengobrol santai.


Tentang target recruitment.


Tentang kandidat yang menghilang setelah offering.


Tentang pekerjaan seperti biasanya.


Sampai salah seorang tiba-tiba bertanya,


“Eh.”


“Si calon gimana?”


Darla hampir salah menaruh gula ke kopinya.


“Apaan sih.”


“Ya yang diplomat itu.”


“Oh…”


Darla tersenyum kecil.


“Alhamdulillah.”


“Lancar.”


“Udah ketemu keluarga?”


“Iya.”


“Wah…”


“Kapan nikah?”


Darla tertawa pelan.


“Doain aja.”


Ia memang sengaja belum menyebut tanggal.


Belum.


Sampai semuanya benar-benar final.



Monday


09.02 AM


Sebuah email baru masuk.


Jakub membukanya.


Dear Mr. Zieliński…


We are pleased to invite you to the final interview…


Ia membaca sampai selesai.


Lalu membacanya sekali lagi.


Final interview.


Satu langkah lagi.


Bukan akhir.


Tetapi cukup untuk membuat napasnya terasa sedikit lebih ringan.

Lihat selengkapnya