Thursday
08.45 AM
Jakarta.
Gedung perkantoran di kawasan Sudirman.
Untuk kedua kalinya dalam dua minggu…
Jakub melangkah memasuki lobi gedung yang sama.
Kali ini…
tidak ada rasa asing.
Ia bahkan mengenali satpam yang berjaga di pintu masuk.
“Good morning, Mr. Zieliński.”
“Good morning.”
“Welcome back.”
“Thank you.”
Ia membalas senyum itu pelan.
Jauh lebih tenang dibandingkan interview pertama.
Karena kali ini…
ia tidak lagi sibuk membuktikan kemampuannya.
Yang ingin mereka kenal…
adalah dirinya.
⸻
Ruang interview terasa lebih kecil.
Hanya dua orang yang menunggu.
Regional Director.
Dan Country Lead.
Mereka berjabat tangan.
Duduk.
Obrolan dimulai jauh lebih santai.
Regional Director membuka CV Jakub.
“You’ve had…”
“…an unusual career.”
Jakub tersenyum tipis.
“So I’ve been told.”
Mereka ikut tertawa.
Country Lead kemudian menutup map di depannya.
“We’ve already discussed…”
“…your experience.”
“…your achievements.”
“…your transition.”
Ia bersandar sedikit.
“So today…”
“…we’d like to know…”
“…who Jakub Zieliński is…”
“…without the title.”
Ruangan mendadak sunyi.
Jakub berpikir beberapa detik.
“I don’t think…”
“…I’ve completely figured that out yet.”
Mereka menunggu.
“Tapi…”
“…I know…”
“…the kind of person…”
“…I’d like to become.”
Country Lead mengangguk pelan.
“And who is that?”
“Someone…”
“…people can trust.”
“…even…”
“…when I have…”
“…nothing attached to my name.”
Tidak ada gelar.
Tidak ada jabatan.
Tidak ada title.
Hanya…
Jakub.
Country Lead tersenyum.
“I like that.”
⸻
Interview berlanjut hampir satu jam.
Mereka membahas kepemimpinan.
Konflik.
Negosiasi.
Lintas budaya.
Bahkan…
kesalahan terbesar yang pernah ia buat.
Sampai pertanyaan terakhir muncul.
“If we offer you this position…”
“…why should we believe…”
“…you’ll stay?”
Pertanyaan yang wajar.
Mengingat enam tahun terakhir hidupnya selalu berpindah mengikuti penugasan.
Jakub menjawab tanpa terburu-buru.
“Because…”
“…this would be…”
“…the first decision…”
“…that isn’t made…”
“…for my career.”
Jeda.
“It would be…”
“…for my life.”
Kedua interviewer saling berpandangan.
Mereka tidak meminta penjelasan.
Mereka mengerti.
⸻
Interview selesai.
Saat berjabat tangan…
Country Lead tersenyum.
“I hope…”
“…whatever brought you…”
“…to Indonesia…”
“…keeps making you happy.”
Jakub membalas senyum kecil itu.
“So do I.”
⸻
Di luar gedung.
Jakarta terasa lebih panas dibanding pagi tadi.
Ia berjalan beberapa menit tanpa tujuan.
Melepas napas.
Baru setelah itu ponselnya bergetar.
Darla
Lagi istirahat.
Semoga meeting hari ini lancar ya. 😊
Jakub berhenti berjalan.
Ia tahu…
Darla tidak tahu sedang apa dirinya hari ini.
Memang tidak pernah ia beri tahu.
Tetapi…