Under Jakarta Skies

Yukino Chiba
Chapter #37

CHAPTER 36: The Morning

Akad Day



05.18 AM


Bogor.


Rumah Suradinata.


Masih gelap.


Namun rumah itu sudah hidup.


Lampu-lampu taman masih menyala.


Florist datang membawa rangkaian bunga terakhir.


WO berjalan cepat sambil memegang headset.


Di dapur…


Ibu sudah sibuk sejak sebelum Subuh.


“Ayah!”


“Iya?”


“Termos teh mana?”


“Di dapur.”


“Nggak ada.”


Ayah menoleh.


“…Coba lihat depan mata Ibu.”


Ibu berhenti.


Melihat meja.


Termos itu memang ada.


“Oh.”


“Yaudah.”


Ayah hanya tersenyum kecil.


“Hari ini Ibu boleh panik.”


“Tapi pelan-pelan.”



06.07 AM


Lantai atas.


Kamar Darla.


MUA baru selesai memasang inner hijab.


Hair stylist membantu bagian bawah kerudung.


Teman-teman WO mondar-mandir.


“Mbak, boleh lihat sini.”


“Sebentar ya.”


“Pin satu lagi.”


Darla duduk diam.


Tangan menggenggam tasbih digital kecil.


Pelan.


Subhanallah.


Alhamdulillah.


Allahu Akbar.


Subhanallah…


Tidak berhenti.


MUA memperhatikan lewat cermin.


“Mbak Darla…”


“Hm?”


“Grogi ya?”


Darla tersenyum kecil.


“Kelihatan ya?”


“Iya.”


“Soalnya dari tadi…”


“…tasbihnya nggak berhenti.”


Darla terkekeh pelan.


“Iya ya…”



Hana masuk.


Melihat sahabatnya.


Lalu langsung berhenti.


“…MasyaAllah.”


Darla langsung menatapnya.


“Jangan bikin aku nangis.”


“Belum selesai make up.”


Hana langsung mengangkat tangan.


“Okay.”


“No crying.”


“Deal.”



Jakarta.


Pada waktu yang sama.


Rumah Faris.


Jakub sudah mengenakan setelan akad.


Putih.


Sederhana.


Persis seperti yang ia inginkan.


Ia berdiri di depan cermin.


Merapikan manset.


Padahal…


sudah rapi.


Ia mengecek jam.

Lihat selengkapnya