Under Jakarta Skies

Yukino Chiba
Chapter #39

CHAPTER 38: The Smile He Had Been Saving

Saturday


11.15 AM


Bogor.


Halaman rumah keluarga Suradinata berubah menjadi taman kecil yang hangat.


Tidak ada ballroom.


Tidak ada lampu kristal.


Hanya tenda putih.


Rangkaian bunga berwarna gading.


Meja-meja kayu.


Anak-anak kecil berlarian di atas rumput.


Suara gelas beradu.


Orang-orang tertawa.


Sesekali terdengar logat Sunda memenuhi udara.


Persis seperti yang Darla inginkan.


Sederhana.


Dekat.


Rumah.



Di ujung halaman…


berdiri pelaminan kecil bernuansa putih dan hijau.


Jakub dan Darla duduk berdampingan.


Untuk pertama kalinya…


mereka punya waktu menarik napas.


Walaupun…


hanya sekitar tiga puluh detik.



Fotografer masih sibuk mengatur antrean.


“Keluarga sebelah sini…”


“Iya, Bu.”


“Boleh senyum.”


Klik.


Klik.


Klik.



Bilal baru saja turun dari pelaminan bersama Alya.


Alya melirik kedua pengantin.


Lalu berbisik,


“They’re so awkward.”


Bilal ikut melihat.


“They’ve barely talked.”


“Exactly.”


“They’ve been together…”


melihat jam.


“…for almost two hours.”


“And?”


“They’ve exchanged…”


berpikir.


“…maybe three sentences.”



Di sisi lain.


Faris dan Hana ikut memperhatikan.


Hana tertawa pelan.


“Kasihan.”


Faris mengangguk.


“Mas Jakub dari tadi kayak mau ngomong.”


“Tapi selalu ada tamu.”



Akhirnya…


untuk pertama kalinya…


tidak ada siapa pun berdiri di depan pelaminan.

Lihat selengkapnya