Under Jakarta Skies

Yukino Chiba
Chapter #40

CHAPTER 39: Departure

Saturday


12.47 PM


Bogor.


Resepsi sederhana itu akhirnya usai.


Halaman rumah Suradinata yang sejak pagi dipenuhi tamu mulai kembali lengang.


Kursi-kursi sedang dirapikan.


Beberapa anak kecil masih berlarian mengejar balon.


Sementara di teras…


dua koper sudah berdiri rapi.


Satu putih.


Satu hitam.


Dan sebuah ransel kulit milik Jakub.



Bilal mengangkat koper terakhir.


Memasukkannya ke bagasi.


Lalu menoleh kepada adiknya.


“Passport?”


Darla langsung tertawa.


“Aku nggak perlu bawa.”


Bilal mengangguk.


“Right.”


Ia menoleh kepada Jakub.


“Passport?”


Jakub menepuk saku bagian dalam jasnya.


“Here.”


“Tiket?”


Jakub mengangkat ponselnya.


“Also here.”


Bilal mengangguk puas.


“Good.”


Darla menyenggol pelan lengan kakaknya.


“Aa…”


“Hm?”


“Kayak lagi briefing orang mau dinas.”


Bilal tertawa.


“Ya memang.”


“Kalian mau terbang.”



Di ruang makan…


Ibu membawa sebuah paper bag kecil.


“Darla.”


“Iya, Bu?”


“Ini dibawa.”


Darla membukanya.


Kurma.


Risoles.


Air mineral kecil.


Obat maag.


Vitamin.


Darla langsung tersenyum.


“Bu…”


Ibu mengusap pelan pipi putrinya.


“Ibu tahu kamu.”


“Kalau capek…”


“…suka lupa makan.”


Darla langsung memeluk ibunya.


“Makasih, Bu.”


Pelukan itu singkat.


Namun cukup membuat mata keduanya kembali basah.



Di teras.


Ayah menghampiri Jakub.


Beliau mengulurkan tangan.


“Hati-hati di jalan.”


Jakub menjabatnya dengan kedua tangan.


“InsyaAllah, Pak.”


Ayah hanya mengangguk.


Tak ada lagi nasihat.


Tak ada lagi pesan.


Semua sudah selesai diucapkan pagi tadi.


Kini…


tinggal dijalani.



Beberapa menit kemudian…


mobil mulai meninggalkan halaman rumah.


Darla masih melambai dari balik jendela.


Sampai rumah itu menghilang di tikungan pertama.



Mobil menjadi sunyi.


Sangat sunyi.


Driver fokus menyetir.


Jakub melihat ke luar jendela.

Lihat selengkapnya