UNFINISHED LOVE

GAZALI
Chapter #7

BAB 7 - Nama Yang Hampir Terlupa

Kabut pagi kembali menyelimuti tepian danau.

Arga dan Rumi berdiri berdampingan dalam diam.

Tak ada lagi hitungan yang mereka ucapkan bersama.

Mereka sudah hafal urutannya.

Sudah tahu apa yang akan terjadi.

Angin berembus pelan.

Satu kelopak lotus terlepas dari mahkotanya.

Kelopak itu melayang perlahan sebelum akhirnya menyentuh permukaan air.

Riak kecil menyebar.

Begitu tenang.

Begitu pelan.

Namun bagi Arga, suara riak itu terasa seperti detik jam yang menghitung mundur hidupnya.

Ia menatap lingkaran air yang perlahan menghilang.

"Aku mulai membenci suara air itu."

Rumi tidak mengalihkan pandangan.

Tatapannya tetap tertuju pada danau yang kembali tenang.

"Aku juga."

Hanya dua kata.

Namun Arga tahu, Rumi memahami perasaannya tanpa perlu penjelasan.


Permukaan danau berubah bening.

Bayangan mulai terbentuk.

Sebuah halaman rumah tua muncul perlahan.

Rumputnya hijau.

Langitnya cerah.

Di tengah halaman berdiri sebuah ayunan kayu yang tergantung pada dahan pohon besar.

Seorang anak perempuan duduk di atasnya.

Usianya sekitar enam tahun.

Rambutnya tergerai panjang.

Tawanya memenuhi halaman.

"Lebih tinggi!"

Ayunan bergerak semakin cepat.

Seseorang mendorongnya dari belakang.

Namun setiap kali sosok itu hampir terlihat, bayangan di permukaan air berubah kabur.

Wajahnya tak pernah benar-benar tampak.

Anak itu kembali tertawa.

"Lagi!"

Arga tanpa sadar ikut tersenyum.

Ada kehangatan sederhana dalam pemandangan itu.

Lalu semuanya menghilang.

Danau kembali tenang.

"Aku tidak mengenal tempat itu," gumam Arga.

Di sampingnya, Rumi tiba-tiba memegang dadanya.

Napasnya berubah tidak teratur.

Tatapannya masih terpaku pada permukaan air.

"Aku..."

Ia menutup mata.

"Sepertinya..."

Suaranya bergetar.

"...pernah mendengar suara itu."


Siang datang tanpa matahari.

Rumi duduk sendirian di bawah pohon besar yang menghadap danau.

Kedua lututnya dipeluk erat.

Matanya terpejam.

Ia memaksa pikirannya menyusuri lorong-lorong ingatan yang semakin gelap.

Ada sesuatu di sana.

Seseorang.

Sebuah nama.

Bibirnya bergerak pelan.

"...Sa..."

Lihat selengkapnya