Blurb
Bagi Arata, kediaman bukanlah tempat untuk pulang, melainkan sebuah sirkuit yang malfungsi. Tumbuh besar di bawah bayangan ayah yang penuh kekerasan, ia terbiasa menganggap trauma sebagai noise yang harus dihapus dari frekuensi hidupnya. Namun, di dunia di mana bayangan mulai memiliki massa fisik dan langkah kaki yang tertinggal, Arata menyadari bahwa trauma keluarga tidak bisa dihapus begitu saja.
Melalui perjalanan sureal yang membelah modernitas Tokyo hingga sudut sunyi Tohoku, ia menemukan bahwa identitas seseorang sering kali dibangun di atas fondasi luka yang retak. Ini adalah kisah tentang keberanian menghadapi warisan gelap keluarga; tentang belajar bahwa luka masa lalu bukanlah beban untuk dibuang, melainkan bagian dari arsitektur jati diri yang harus dipeluk agar bisa berdiri tegak. Karena pada akhirnya, cara terbaik memperbaiki sistem yang rusak bukanlah dengan menghancurkannya, melainkan dengan menyalakan cahaya penerimaan di ruang-ruang paling gelap di dalamnya.